Pencarian

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4,00%, Trump Murka di Media Sosial

Kamis, 17 September 2026 • 09:19:31 WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4,00%, Trump Murka di Media Sosial

KALIMANTAN BARAT — Ketua The Fed Kevin Warsh menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%, kenaikan perdana dalam tiga tahun terakhir. Keputusan bulat itu diambil di tengah tekanan terbuka Presiden Donald Trump yang menginginkan suku bunga diturunkan. Dampaknya langsung terasa ke dompet jutaan warga Amerika Serikat.

Langkah ini menandai kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun terakhir. Keputusan itu langsung memicu gelombang guncangan finansial di seluruh Amerika Serikat.

Warsh Tegaskan Independensi The Fed

Warsh yang sebelumnya diperkirakan akan menjadi 'boneka' Trump justru menunjukkan sikap independennya. Politisi Demokrat itu menolak berkomentar soal desakan presiden.

"Saya tidak punya komentar mengenai diskusi dengan presiden," kata Warsh saat ditanya mengenai respons atas desakan Trump.

Sikap Warsh menegaskan posisi The Fed sebagai bank sentral yang tidak berada di bawah kendali Gedung Putih. Independensi bank sentral menjadi fondasi kebijakan moneter yang kredibel di mata pasar global.

Trump Meluap di Media Sosial

Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman, Trump langsung meluapkan kekesalannya. Presiden AS itu menuntut suku bunga segera diturunkan.

"Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan secepatnya!" tulis Trump di media sosial.

Serangan terbuka Trump ke The Fed menandai babak baru ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral. Publik kini menanti apakah Warsh akan bertahan pada jalur independen atau melunak menghadapi tekanan politik.

Dampak ke Warga AS dan Pasar Global

Kenaikan suku bunga acuan berdampak langsung ke biaya pinjaman konsumen di Amerika Serikat. Suku bunga kartu kredit, KPR, dan kredit kendaraan diperkirakan ikut naik dalam beberapa pekan ke depan.

Bagi pasar global, kenaikan suku bunga The Fed biasanya memicu penguatan dolar AS. Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berpotensi menghadapi tekanan jika capital outflow meningkat.

Pelaku pasar Indonesia perlu mencermati arah kebijakan The Fed selanjutnya. Selisih suku bunga AS dan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menentukan arah aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks