Pencarian

Review Lenovo Tab Plus Gen 2: Speaker JBL Raksasa, Suara Terbaik di Kelas Tablet

Minggu, 13 September 2026 • 19:19:01 WIB
Review Lenovo Tab Plus Gen 2: Speaker JBL Raksasa, Suara Terbaik di Kelas Tablet
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 dengan sistem speaker JBL 9-Unit Pro saat pengujian.

KALIMANTAN BARAT — Lenovo Tab Plus Gen 2 bukan tablet yang bisa Anda pegang santai sambil rebahan. Bobot 1,69 pon (sekitar 767 gram) dengan distribusi berat yang menumpuk di bagian speaker membuatnya terasa lebih berat dari angka di spesifikasi. Tapi begitu Anda mendengar suaranya, kompromi itu terasa masuk akal.

Speaker JBL 9-Unit: Ini Alasan Utama Beli Tablet Ini

Sistem speaker JBL 9-Unit Pro terdiri dari empat tweeter, tiga woofer, dan dua passive radiator. Dua passive radiator terakhir yang bertanggung jawab menghasilkan bass dalam—sesuatu yang hampir tidak pernah Anda dapatkan dari tablet biasa.

Suara langsung terdengar bagus dari kotak, tapi untuk hasil maksimal, masuk ke sub-menu Dolby Atmos di pengaturan suara. Ada tiga preset: Dynamic (menyesuaikan otomatis dengan konten), Movie (surround sound dan dialog lebih jelas), dan Music (audio detail dengan beat punchy). Mode Music punya preset tambahan—Detailed, Balanced, Warm—plus equalizer manual.

Menurut reviewer Tom's Guide yang menguji tablet ini, genre hard rock dan heavy metal yang biasanya terdengar tipis di tablet justru keluar kaya dan bertenaga. Dialog film dan podcast di Movie Mode juga jernih. Klaim "tablet dengan suara terbaik" di sini bukan hiperbola marketing—komponennya memang dirancang khusus untuk itu.

Kickstand Rotasi 360 Derajat: Solusi Masalah Bobot

Kickstand built-in menempel langsung di bodi speaker dan bisa diputar 360 derajat searah atau berlawanan jarum jam. Anda bisa mengorientasikan tablet horizontal untuk nonton atau vertikal untuk baca. Mekanismenya halus tapi tetap kokoh di posisi yang dipilih, dan ada sensasi bump kecil saat diputar yang bikin penggunaannya terasa menyenangkan.

Bodi aluminiumnya kokoh, tidak mudah bengkok atau fleksibel. Tombol volume dan power cekung di bagian belakang, mudah dijangkau saat tablet dalam posisi horizontal.

Layar 12,1 Inci 2K 120Hz: Terang di Atas Rata-Rata

Panel 2560 x 1600 ini bukan OLED, tapi kualitas gambarnya tajam dan warnanya hidup. Refresh rate 120Hz membuat gerakan di trailer film terasa mulus. Hasil lab Tom's Guide menunjukkan angka yang solid:

  • Kecerahan SDR: 597 nits (vs iPad 11: 506 nits, OnePlus Pad Go 2: 544 nits)
  • Kecerahan HDR: 776 nits (vs iPad 11: 496 nits, OnePlus Pad Go 2: 554 nits)
  • sRGB: 157,5% | DCI-P3: 111,5% | Delta-E: 0,25

Warna memang oversaturated, yang menjelaskan kenapa tampilannya terlihat vivid. Akurasi warna (Delta-E 0,25) setara tablet sekelasnya. iPad 11 tetap menang untuk warna natural karena nilai sRGB dan DCI-P3-nya lebih dekat ke target 100%, tapi untuk konsumsi konten hiburan, layar Lenovo ini justru lebih memuaskan.

Baterai 16 Jam: Tahan Lama, Tapi Charging Lambat

Dalam tes Tom's Guide (web surfing terus-menerus via Wi-Fi, kecerahan 150 nits), tablet ini bertahan 16 jam di 60Hz dan 13 jam 39 menit di 120Hz. iPad 11 hanya 11 jam 25 menit—selisih hampir empat setengah jam. OnePlus Pad Go 2 sedikit lebih unggul di 16 jam 39 menit.

Masalahnya ada di pengisian daya. Butuh 30 menit hanya untuk mencapai 20%. Anda memang jarang mengisi ulang karena baterainya awet, tapi begitu perlu dicas, Anda harus bersabar.

Performa MediaTek Dimensity 7400: Cukup untuk Hiburan, Lemah untuk Kerja

Ditenagai chip MediaTek Dimensity 7400 dengan RAM 8GB dan storage 128GB, tablet ini menangani tugas dasar seperti scrolling Chrome dan baca Kindle tanpa masalah. Tapi begitu Anda membuka banyak aplikasi atau tab Chrome sekaligus, performanya mulai tersendat.

  • Geekbench 6 (single/multi-core): 1125 / 3417
  • 3DMark Wild Life Extreme Unlimited: 1063 / 6,37 fps
  • Sebagai perbandingan, iPad 11: 2589 / 6176 (Geekbench 6)

Untuk pekerjaan dengan 20-30 tab Chrome terbuka, pengalaman tidak akan mulus. Game dengan grafis berat juga sebaiknya dihindari. Tapi selama tablet ini dipakai sesuai peruntukannya—nonton, dengar musik, baca—tidak ada keluhan berarti.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Sulit dipegang lama: bobot 767 gram dengan distribusi tidak seimbang membuatnya tidak nyaman digenggam satu tangan
  • Performa terbatas: MediaTek Dimensity 7400 bukan chip untuk produktivitas berat
  • Charging lambat: 30 menit hanya untuk 20% baterai
  • Harga resmi Indonesia belum dikonfirmasi: harga USD 399 (sekitar Rp 6,4 juta) adalah harga pasar AS, dan saat artikel ini ditulis sedang diskon jadi USD 289 (sekitar Rp 4,6 juta) di situs Lenovo

Verdict: Beli Kalau Anda Cari Tablet Hiburan, Lewati Kalau untuk Kerja

Lenovo Tab Plus Gen 2 adalah tablet yang tahu persis untuk siapa dirinya dibuat. Speaker JBL 9-unit-nya menghasilkan suara yang tidak bisa disaingi tablet lain di kelas harga ini. Layar 2K 120Hz-nya terang dan vivid. Baterainya tahan seharian. Kickstand rotasinya menyelesaikan masalah bobot saat menonton di meja.

Cocok untuk: penikmat film dan musik yang ingin kualitas audio serius dari tablet, pembaca komik digital yang butuh orientasi vertikal, pengguna yang mengutamakan konsumsi konten di atas produktivitas.

Kurang cocok untuk: profesional yang butuh tablet untuk kerja multitasking, gamer yang mengincar game grafis berat, pengguna yang sering memegang tablet sambil berdiri atau berbaring.

Dengan harga USD 399—dan sering didiskon hingga USD 289—tablet ini menawarkan nilai yang sulit ditolak jika kebutuhan Anda sejalan dengan keunggulannya. Tapi kalau Anda butuh tablet serba bisa untuk kerja dan hiburan, iPad 11 tetap pilihan yang lebih aman meski harganya lebih mahal.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks