Pencarian

Waymo Akhirnya Respon NHTSA soal Robotaxi Tabrak Anak, Tapi Seluruh Dokumen Disunting Penuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 09:18:31 WIB
Waymo Akhirnya Respon NHTSA soal Robotaxi Tabrak Anak, Tapi Seluruh Dokumen Disunting Penuh
Waymo menanggapi penyelidikan NHTSA atas insiden robotaxi yang menabrak siswi di dekat sekolah pada 23 Januari lalu.
dokumen yang dipublikasikan disunting penuh dengan dalih "informasi bisnis rahasia". ISI:

KALIMANTAN BARAT — Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) tengah mengusut insiden yang melibatkan robotaxi Waymo Jaguar I-Pace. Kecelakaan terjadi di dekat sekolah, ketika kendaraan otonom itu menabrak seorang siswi yang tiba-tiba melintas pada 23 Januari lalu.

Laporan awal dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mencatat robotaxi melaju 17 mil per jam (sekitar 27 km/jam). Sistem pengereman aktif bekerja, menurunkan laju kendaraan menjadi 6 mil per jam (sekitar 9,6 km/jam) sebelum akhirnya menghantam korban di area dekat lampu depan kanan.

Sang anak sempat terjatuh, namun hanya mengalami luka ringan. Ia bisa berjalan sendiri ke tepi jalan tanpa memerlukan evakuasi medis. NTSB menyatakan investigasi final baru akan dirilis setelah 12 bulan penyelidikan, terpisah dari proses yang dijalankan NHTSA.

Isi Dokumen Disunting Penuh

NHTSA mengirimkan 12 pertanyaan—beberapa dengan sub-pertanyaan—ke Waymo pada 23 Maret. Regulator meminta informasi luas, mulai dari cara Waymo menentukan batas kecepatan di zona sekolah, keluhan pengguna, hingga dokumentasi teknis perangkat lunak kendaraan.

Batch pertama dokumen tanggapan Waymo baru dipublikasikan di situs NHTSA pada Jumat pekan ini setelah TechCrunch mengonfirmasi keberadaannya. Sayangnya, seluruh respons yang tersedia disunting penuh dengan dalih "informasi bisnis rahasia". Meski demikian, publikasi dokumen ini menandakan penyelidikan terus berjalan.

Alasan di Balik Keterlambatan Respons

Jadwal awal Waymo untuk menjawab pertanyaan dari Kantor Investigasi Cacat (ODI) NHTSA jatuh pada 8 Mei. Namun, dalam surat tertanggal 1 Mei, Waymo resmi meminta perpanjangan waktu. Matthew Schwall, Direktur Senior Keselamatan Waymo, menyebut tujuannya agar proses berjalan efisien tanpa membebani kedua belah pihak.

"Tujuan bersama kami adalah agar Waymo memberikan informasi relevan yang memfasilitasi investigasi ODI, sambil menghindari beban produksi dan peninjauan luar biasa yang tidak menguntungkan penyelidikan," tulis Schwall. Waymo juga meminta klarifikasi atas beberapa pertanyaan sebelum memberikan jawaban.

Respons parsial akhirnya dikirim Waymo melalui surat kedua pada 8 Juli. NHTSA kemudian memberikan kelonggaran waktu tambahan untuk menjawab 10 dari 12 pertanyaan yang diajukan. Waymo mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa seluruh pengajuan telah selesai dikirim pada Kamis pekan lalu.

Pengawasan Regulasi Semakin Ketat

Insiden ini menjadi bagian dari pengawasan lebih luas terhadap operasional kendaraan otonom di jalanan AS. Meski kecelakaan beruntun jarang terjadi, kasus tabrakan dengan pejalan kaki rentan seperti anak-anak menjadi sorotan utama regulator.

Bagi pengamat industri, kasus ini menggarisbawahi tantangan teknis yang belum tuntas: bagaimana sistem otonom memprediksi perilaku tak terduga pejalan kaki, terutama di lingkungan sekolah. Waymo sendiri selama ini memasarkan layanan robotaxi-nya sebagai moda transportasi yang lebih aman dibanding pengemudi manusia.

Publikasi dokumen yang sepenuhnya disunting memang tidak memberikan gambaran teknis baru. Namun, respons resmi yang masuk menandakan proses hukum dan regulasi berjalan sesuai prosedur. Tekanan terhadap pengembang teknologi otonom untuk transparan tidak akan mereda.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks