PONTIANAK — Delegasi Sarawak menyampaikan undangan resmi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk ambil bagian dalam Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026. Ajang itu akan digelar pada 20–23 Juli 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia.
BIHAS 2026: Momentum Borneo sebagai Pusat Industri Halal Global
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut baik undangan tersebut. Ia menilai BIHAS 2026 menjadi momentum strategis untuk memposisikan Pulau Borneo sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri halal global.
“Kalimantan Barat, dengan potensi pertanian dan UMKM yang besar, siap bersinergi membangun Borneo Halal Hub,” ujar Norsan dalam pernyataan resmi yang diterima di Pontianak.
Menurut Norsan, penyelarasan standar produk dan sertifikasi halal menjadi kunci agar produk dari kedua wilayah bisa bersaing di pasar internasional. Ia menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan visi Sarawak 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang perdagangan halal, digitalisasi, serta tata kelola infrastruktur.
Konektivitas Perbatasan: Jalan, Listrik, dan PLBN Entikong
Selain industri halal, pertemuan itu juga menyoroti penguatan infrastruktur lintas batas. Norsan menegaskan komitmen Kalbar dalam mendukung sejumlah proyek prioritas yang menjadi penghubung utama kedua wilayah.
Beberapa langkah yang tengah didorong antara lain optimalisasi perdagangan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong–Tebedu, reaktivasi jalur Temajuk–Telok Melano yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026, serta penguatan konektivitas energi melalui jaringan listrik Lubok Antu–Nanga Badau.
“Saya berharap kunjungan ini melahirkan rumusan yang konkret, nota kesepahaman yang implementatif, serta aksi nyata yang saling menguntungkan bagi Kalimantan Barat dan Sarawak,” ujar Norsan.
Potensi Ekonomi Kawasan dan Peluang Investasi
Kerja sama yang semakin erat antara Kalbar dan Sarawak diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan. Peningkatan investasi dan pembukaan peluang pasar bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan menjadi target utama dari rangkaian pertemuan ini.
Delegasi Sarawak yang hadir dalam pertemuan itu terdiri dari jajaran pejabat yang membidangi koordinasi proyek agensi pembangunan wilayah, Dewan Bandaraya Kuching Utara, serta urusan keagamaan. Pertemuan berlangsung di Ruang Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalimantan Barat.