Pencarian

Limbah Bauksit Kalbar Kini Jadi Incaran Industri Modern Dunia, Skandium di Dalamnya Bisa Jadi Sumber Devisa Baru

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:04:55 WIB
Limbah Bauksit Kalbar Kini Jadi Incaran Industri Modern Dunia, Skandium di Dalamnya Bisa Jadi Sumber Devisa Baru
Limbah bauksit di Kalbar mengandung skandium yang bernilai tinggi untuk industri modern.

PONTIANAK — Material sisa pengolahan bauksit yang kerap menumpuk di area pertambangan dan mengkhawatirkan warga kini justru menyimpan potensi ekonomi yang selama ini terabaikan. Skandium, logam tanah jarang yang bernilai tinggi, ditemukan dalam konsentrasi signifikan di limbah bauksit Kalimantan Barat.

Mineral ini menjadi incaran industri modern global, terutama untuk produksi paduan aluminium berkekuatan tinggi yang digunakan di sektor kedirgantaraan, elektronik canggih, hingga baterai kendaraan listrik. Permintaan pasar dunia terhadap skandium diperkirakan terus meningkat seiring transisi energi dan teknologi.

Mengapa Skandium di Limbah Bauksit Kalbar Begitu Spesial?

Tidak semua wilayah penghasil bauksit memiliki kandungan skandium yang ekonomis untuk diekstraksi. Riset awal menunjukkan bahwa endapan bauksit di Kalbar, khususnya dari beberapa konsesi di Kabupaten Landak dan Sanggau, memiliki kadar skandium yang lebih tinggi dibanding rata-rata global.

Hal ini membuat limbah yang tadinya dianggap sebagai beban lingkungan justru menjadi aset bernilai tinggi. Alih-alih membutuhkan biaya besar untuk remediasi lahan, perusahaan kini bisa mendapatkan nilai tambah dari material yang sudah ada di permukaan.

Dari Beban Lingkungan Menjadi Peluang Ekonomi Baru

Selama bertahun-tahun, tumpukan limbah bauksit atau red mud menjadi sumber kekhawatiran masyarakat. Debu merah yang beterbangan saat musim kemarau dan potensi rembesan air limbah ke sungai sering memicu protes warga di sekitar area pertambangan.

Kini, paradigma itu mulai berubah. Jika teknologi ekstraksi skandium bisa diterapkan secara komersial, maka limbah tersebut tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber pendapatan baru. Pemerintah daerah pun mulai melirik potensi ini sebagai salah satu pilar hilirisasi mineral di Kalbar.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Kalbar?

Untuk mewujudkan potensi ini, sejumlah tantangan masih harus dihadapi. Pertama, investasi dalam teknologi pemisahan skandium dari limbah bauksit masih memerlukan modal besar dan riset lanjutan. Kedua, perlu ada regulasi yang jelas dari pemerintah pusat mengenai tata kelola mineral ikutan dari hasil tambang.

Namun, jika langkah ini berhasil, Kalimantan Barat tidak hanya akan menjadi pemasok bauksit mentah, tetapi juga produsen mineral strategis yang dibutuhkan industri modern dunia. Peluang ini bisa mengubah struktur ekonomi daerah dalam satu dekade ke depan.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks