JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Yayasan Khouw Kalbe resmi membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026, program beasiswa yang menyasar mahasiswi aktif di 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring bagi penerimanya.
Pendaftaran dibuka mulai 8 hingga 30 Juni 2026 secara daring melalui laman SIBK Kemenkes. Beasiswa ini dikhususkan bagi mahasiswi yang belum menikah dan berstatus aktif di jenjang diploma maupun profesi. Tujuannya jelas: memperkuat layanan kesehatan di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) yang selama ini masih kekurangan tenaga medis.
Bantuan Finansial hingga Rp 10 Juta per Semester
Penerima beasiswa akan mendapatkan dana pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester. Dana itu mencakup biaya UKT, SKS, praktik, hingga uji kompetensi. Khusus mahasiswa jenjang diploma, tersedia bantuan biaya penelitian maksimal Rp 3 juta yang diberikan satu kali pada tahun akhir masa studi.
Sementara untuk jenjang profesi, peserta memperoleh dana penunjang kapasitas sebesar Rp 1,2 juta per semester. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial di daerah sasaran.
10 Jurusan yang Bisa Mendaftar
Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswi dari sejumlah program studi, antara lain Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, serta Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Masing-masing jurusan memiliki jenjang diploma dan profesi yang disesuaikan.
Syarat Pendaftaran: dari Nilai Rapor hingga Esai Tulis Tangan
Pendaftar wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Untuk jenjang diploma D3/D4, usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Sementara jenjang profesi maksimal 27 tahun. Nilai rapor SLTA minimal 80 per semester bagi pendaftar diploma semester 1, sedangkan pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30 dan jenjang profesi minimal 3,75.
Peserta juga harus aktif dalam kegiatan organisasi atau kemasyarakatan, tidak sedang menerima beasiswa lain dengan komponen serupa, dan bersedia menjadi YKK Ambassador. Salah satu syarat unik: membuat esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250-450 kata. Khusus jenjang profesi, peserta wajib mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok mengenai alasan pengabdian di wilayah DTPK.
Jadwal Seleksi: Pendaftaran Ditutup Akhir Juni 2026
Proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahap. Setelah pendaftaran ditutup pada 30 Juni, seleksi administrasi berlangsung 1-27 Juli. Pengumuman administrasi pada 28 Juli, disusul tes penulisan esai online pada 1 Agustus. Tes wawancara online dijadwalkan 21 Agustus hingga 14 September, dan pengumuman akhir pada 16 September 2026. Registrasi ulang serta orientasi dilakukan pada September-Oktober 2026.
Informasi lengkap mengenai Beasiswa SEHAT 2026 juga bisa didapatkan melalui sosialisasi online yang akan digelar pada 2-5 Juni 2026 dan panduan resmi di laman SIBK Kemenkes.
Mengapa Beasiswa Ini Penting untuk Daerah Terpencil?
Program ini merupakan respons atas kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah DTPK yang masih timpang. Dengan memberikan insentif pendidikan dan pelatihan, pemerintah berharap lulusan Poltekkes tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap ditempatkan di daerah yang membutuhkan. Jejaring nasional dan internasional yang diperoleh peserta juga menjadi nilai tambah dalam membangun ekosistem kesehatan yang merata.
Pertanyaan Umum Seputar Beasiswa SEHAT 2026
Apakah beasiswa ini hanya untuk mahasiswi Poltekkes?
Ya, program ini khusus untuk mahasiswi aktif di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di seluruh Indonesia.
Berapa batas usia maksimal pendaftar?
Untuk jenjang diploma D3/D4 maksimal 24 tahun, sedangkan jenjang profesi maksimal 27 tahun pada saat pendaftaran.