SAMBAS — Bupati Sambas Satono menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara yang dihafalkan, melainkan harus dibumikan melalui aksi nyata oleh seluruh warga. Ajakan ini ia sampaikan di hadapan masyarakat dalam sebuah kegiatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, baru-baru ini. Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila sering kali berhenti di ranah kognitif tanpa diimplementasikan dalam perilaku sosial dan pemerintahan.
Dari Lingkungan Keluarga hingga Ruang Publik
Bupati Satono mencontohkan bahwa praktik Pancasila bisa dimulai dari hal sederhana, seperti gotong royong di kampung, musyawarah di tingkat RT/RW, hingga sikap toleransi antarumat beragama. Ia menilai bahwa krisis moral dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat sering kali berakar dari pudarnya nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Pancasila itu harus kita hidupkan. Bukan hanya diucapkan saat upacara, tapi dijalankan dalam setiap aktivitas. Mulai dari rumah, lingkungan kerja, sampai kebijakan publik," ujar Bupati Satono dalam forum tersebut.
Menuju Daerah Berkemajuan: Antara Infrastruktur dan Karakter
Ajakan ini menjadi bagian dari visi Bupati Satono untuk mendorong Kabupaten Sambas sebagai daerah yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam karakter kebangsaan. Ia meyakini bahwa kemajuan tanpa landasan moral hanya akan melahirkan ketimpangan dan konflik sosial. Oleh karena itu, internalisasi Pancasila menjadi prioritas dalam program pembangunan sumber daya manusia di daerahnya.
Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, akan mendorong program-program yang mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan non-formal dan kegiatan kemasyarakatan. Harapannya, generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan rasa kebangsaan yang kuat.
Bukan Sekadar Seremonial
Bupati Satono juga mengkritisi kecenderungan kegiatan kebangsaan yang kerap berhenti pada tataran seremonial. Ia meminta agar setiap elemen, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparatur desa, menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, tetapi juga dari harmoni dan keadilan yang dirasakan warganya.
Dengan ajakan ini, Bupati Satono berharap warga Sambas dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Barat dalam menghidupkan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja, bukan sekadar dikenang.