Pencarian

Google Perkuat Keamanan Android dengan Fitur Blokir Otomatis Panggilan Palsu Bank, Incar Penipuan Rp 15 Triliun Global

Sabtu, 16 Mei 2026 • 15:02:27 WIB
Google Perkuat Keamanan Android dengan Fitur Blokir Otomatis Panggilan Palsu Bank, Incar Penipuan Rp 15 Triliun Global
Google perkenalkan fitur verifikasi panggilan bank untuk cegah penipuan di Android.

PONTIANAK — Google mengumumkan sejumlah peningkatan keamanan sistem operasi Android dalam ajang Android Show I/O Edition 2026. Fokus utama pembaruan ini adalah melindungi pengguna dari modus penipuan daring yang kian canggih, termasuk panggilan telepon palsu mengatasnamakan bank dan aplikasi jahat pencuri kode OTP.

Fitur paling krusial yang diperkenalkan adalah verified financial calls. Mekanismenya sederhana: jika pengguna telah memasang aplikasi bank resmi dan login di perangkat, Android akan memeriksa secara real time apakah panggilan masuk benar-benar berasal dari lembaga keuangan tersebut.

"Apabila aplikasi menyatakan panggilan itu bukan berasal dari bank, ponsel akan otomatis menutup telepon," tulis Google dalam pernyataan resminya, dikutip dari Digital Trends, Rabu (13/5/2026).

Panggilan Palsu dan Modus Phone Spoofing Jadi Target Utama

Selama ini, teknik pemalsuan nomor telepon atau phone spoofing menjadi senjata utama penipu. Pelaku menggunakan sistem panggilan berbasis internet untuk memanipulasi caller ID sehingga tampak seperti nomor resmi bank atau institusi keuangan. Google mencatat kerugian global dari praktik ini mencapai angka fantastis, sekitar US$ 950 juta per tahun.

Pada tahap awal, fitur verifikasi panggilan ini mendukung aplikasi perbankan Revolut, Itaú, dan Nubank. Google memastikan akan menambahkan lebih banyak bank dalam beberapa bulan ke depan. Fitur ini akan tersedia untuk perangkat Android 11 ke atas dalam beberapa minggu mendatang.

AI Pantau Aplikasi Mencurigakan yang Curi SMS dan OTP

Tidak hanya panggilan palsu, Google juga memperluas kemampuan live threat detection yang didukung kecerdasan buatan. Teknologi ini mampu mendeteksi aplikasi mencurigakan yang diam-diam meneruskan SMS pengguna atau menyalahgunakan izin aksesibilitas untuk menampilkan konten tersembunyi di layar, modus umum pencuri kode OTP.

Selain itu, Android akan dibekali sistem dynamic signal monitoring. Sistem ini memantau perilaku aplikasi secara langsung, termasuk aplikasi yang mengubah atau menyembunyikan ikon sebelum berjalan di latar belakang. Teknik ini kerap digunakan malware untuk menghindari deteksi manual oleh pengguna.

Fitur pemantauan dinamis tersebut dijadwalkan hadir di Android 17 pada sejumlah perangkat tertentu di paruh kedua 2026. Google menekankan bahwa seluruh pembaruan ini bekerja secara otomatis tanpa perlu banyak pengaturan dari pengguna.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks