Pencarian

Bahasan Sebut Festival Mattompang Pontianak Perkaya Khazanah Budaya Kota

Senin, 04 Mei 2026 • 16:36:02 WIB
Bahasan Sebut Festival Mattompang Pontianak Perkaya Khazanah Budaya Kota

PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak kembali menghidupkan tradisi lokal melalui penyelenggaraan Festival Mattompang yang dipusatkan di wilayah kota. Bahasan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam memperkaya khazanah kebudayaan serta menjaga warisan leluhur agar tetap relevan bagi generasi muda.

Tradisi Mattompang merupakan ritual pencucian benda pusaka yang identik dengan masyarakat suku Bugis di perantauan, termasuk di Kalimantan Barat. Kehadiran festival ini diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui pendekatan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal.

Upaya Pelestarian Tradisi Bugis di Kota Pontianak

Penyelenggaraan festival menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat prosesi pembersihan senjata tradisional atau benda pusaka. Bahasan menekankan pentingnya menjaga orisinalitas ritual tersebut di tengah arus modernisasi yang kian kencang di lingkungan perkotaan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai tokoh adat dan komunitas budaya yang bermukim di Pontianak. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional masih memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial warga, terutama dalam menjaga simbol-simbol kehormatan keluarga dan etnis.

Peran Festival Mattompang dalam Memperkuat Identitas Budaya

Menurut Bahasan, kekayaan budaya yang dimiliki Pontianak merupakan aset daerah yang tidak ternilai harganya. Melalui Festival Mattompang, identitas kota sebagai pusat pertemuan berbagai etnis dan budaya diklaim semakin kuat serta terjaga dengan baik dari waktu ke waktu.

"Festival ini memperkaya khazanah budaya kota kita," ujar Bahasan saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan agenda budaya tersebut di Pontianak.

Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas adat perlu terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan guna memastikan keberlanjutan tradisi Mattompang di masa mendatang agar tidak hilang ditelan zaman.

Potensi Wisata Budaya Berbasis Kearifan Lokal

Selain aspek pelestarian, festival ini diproyeksikan mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah. Keunikan prosesi ritual Mattompang memiliki daya tarik tersendiri bagi fotografer, peneliti budaya, maupun wisatawan domestik yang berkunjung ke wilayah Kalimantan Barat.

Pemerintah setempat berkomitmen memberikan ruang bagi kegiatan serupa agar masuk dalam kalender wisata tahunan. Pengelolaan yang profesional diyakini bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi kota untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Inovasi yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan diharapkan terus muncul dalam setiap perhelatan budaya di masa depan.

Bagikan
Sumber: kalbaronline.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks