Pencarian

Pontianak Sajikan 12.017 Lontong Sukadana, Pecahkan Rekor Dunia

Senin, 04 Mei 2026 • 10:40:13 WIB
Pontianak Sajikan 12.017 Lontong Sukadana, Pecahkan Rekor Dunia
Pontianak mencatat rekor dunia dengan menyajikan 12.017 porsi lontong Sukadana dalam Kalbar Food Festival ke-7.

PONTIANAK — Ajang Kalbar Food Festival ke-7 resmi mencatatkan sejarah baru dengan menyajikan 12.017 porsi lontong Sukadana secara massal. Penyerahan piagam rekor dunia tersebut berlangsung di Halaman Parkir A. Yani Mega Mall, bertepatan dengan gelaran Saprahan Khatulistiwa 2026.

Capaian ini melampaui catatan tahun sebelumnya saat festival serupa meraih rekor MURI lewat sajian kopi campur durian. Lontong Sukadana, kuliner khas Kabupaten Kayong Utara, dipilih sebagai menu utama tahun ini untuk memperkenalkan keragaman rasa daerah ke kancah yang lebih luas.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Biaya Produksi

Persiapan untuk menyajikan belasan ribu porsi ini memakan waktu hampir satu bulan. Panitia melibatkan berbagai elemen strategis, mulai dari asosiasi chef profesional, pelaku bisnis restoran, hingga siswa SMK bidang tata boga untuk memastikan konsistensi rasa tetap terjaga.

Ketua Panitia Kalbar Food Festival 2026, Edy Hartono, mengungkapkan bahwa operasional memasak membutuhkan sumber daya besar. Total biaya untuk bahan baku saja menyentuh angka Rp70 juta, belum termasuk alokasi tenaga kerja dan logistik pendukung lainnya.

"Persiapan hampir satu bulan, mulai dari bahan, proses memasak, hingga pelibatan peserta seperti SMK, asosiasi chef, dan pelaku restoran," jelas Edy di lokasi acara, Minggu (2/5/2026).

Keunikan Bumbu dan Identitas Kuliner Lokal

Pemilihan menu tahun ini didasari pada karakteristik unik lontong Sukadana. Hidangan ini dinilai memiliki komposisi bumbu dan kondimen pendamping yang berbeda dibandingkan sajian lontong dari wilayah lain di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari misi jangka panjang untuk mengidentifikasi kekayaan kuliner dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Setelah sukses mengangkat menu dari Kayong Utara, panitia berencana melakukan kurasi terhadap kuliner khas daerah lain pada edisi mendatang.

"Kita ingin mengidentifikasi dan memperkenalkan kekayaan kuliner dari setiap kabupaten/kota di Kalbar. Tahun ini lontong Sukadana, ke depan akan kita angkat kuliner lainnya," tambah Edy.

Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pencapaian rekor ini bukan sekadar seremoni. Festival kuliner skala besar terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM dan sektor pariwisata daerah.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, masyarakat, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujar Ria Norsan.

Pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan terus merangkak naik seiring dengan semakin kuatnya identitas kuliner lokal. Keberhasilan mencetak rekor dunia ini menjadi modal bagi Kalimantan Barat untuk memperkuat daya tarik wisata gastronomi.

Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mendukung promosi produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Bagikan
Sumber: pontianakinformasi.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks