Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan Minta 746 Lulusan UPB Pontianak Tak Berhenti Belajar, Ingatkan Gelar Harus Diikuti Kompetensi

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:46:00 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memberikan orasi ilmiah pada wisuda Universitas Panca Bhakti Pontianak, Kamis (1/10/2026).

PONTIANAK — Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Panca Bhakti Pontianak melepas 746 lulusan pada Kamis (1/10/2026). Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan hadir memberikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan dan wisudawati. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi bukan hal yang dimiliki semua orang.

"Berbahagialah para wisudawan dan wisudawati. Banyak orang di luar sana yang memimpikan mendapatkan kesempatan seperti yang saudara-saudara dapatkan hari ini, tetapi tidak semuanya memperoleh kesempatan tersebut," kata Krisantus.

IPK Tinggi Dinilai Belum Cukup untuk Dunia Kerja

Krisantus menilai kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Para lulusan perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, beradaptasi, serta membangun jaringan.

"IPK tinggi itu penting, tetapi kemampuan akademik saja tidak cukup. Saudara harus mampu menggabungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kemampuan bersosialisasi, memperluas koneksi dan membangun jaringan," tuturnya.

Menurutnya, kemampuan akademik dan kemampuan membangun relasi saling melengkapi. Kombinasi keduanya disebutnya menjadi modal penting bagi lulusan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Gelar Diminta Tidak Sekadar Tambahan Nama di Belakang

Wagub Kalbar juga menyoroti soal makna gelar akademik yang diperoleh para lulusan. Ia meminta gelar benar-benar mencerminkan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki pemegangnya.

"Jangan sampai gelar hanya menjadi tambahan nama di belakang kita. Ketika ditanya apa yang dipelajari selama kuliah, tidak bisa menjelaskan. Gelar harus diikuti dengan pengetahuan dan kemampuan yang sesuai," tegasnya.

Krisantus meminta Universitas Panca Bhakti menjaga kualitas pendidikan dan memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuannya.

"Kalau ada yang tidak sungguh-sungguh kuliah, jangan diluluskan. Kalau ada yang berusaha menyuap, jangan diluluskan. Kita harus menjaga kualitas pendidikan," pintanya.

Public Speaking dan Literasi Digital Jadi Bekal Tambahan

Selain kompetensi akademik, Krisantus mendorong para lulusan meningkatkan kemampuan komunikasi, terutama keberanian berbicara di depan publik. Kemampuan itu dinilainya akan terpakai saat berhadapan dengan masyarakat dan dunia kerja.

"Belajarlah public speaking. Saudara akan berhadapan dengan masyarakat, dunia kerja dan berbagai profesi. Jangan sampai ketika diminta menyampaikan sesuatu, kita tidak mampu menjelaskan ilmu yang kita miliki," tambahnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bijak dan produktif. Krisantus mengingatkan tidak seluruh informasi di ruang digital dapat dipercaya sehingga kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi penting.

"Teknologi itu bisa sangat bermanfaat, tetapi bisa juga berbahaya kalau tidak digunakan secara bijak. Karena itu, saya titipkan kepada para sarjana untuk ikut memberikan pendidikan literasi digital kepada masyarakat," terangnya.

Pancasila Disebut Perekat di Tengah Keberagaman

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari yang sama, Krisantus mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita hidup di negara yang terdiri dari ribuan pulau, berbagai suku, bahasa, budaya dan latar belakang. Kita berbeda-beda, tetapi kita harus memiliki satu perekat. Perekat itu adalah Pancasila," ungkapnya.

Ia menilai keberagaman Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang perlu dijaga bersama, termasuk oleh generasi muda dan lulusan perguruan tinggi.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top