Anak Sering Lapar Usai Makan Mi atau Roti? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:20:31 WIB
Dokter gizi menjelaskan penyebab anak cepat lapar setelah makan mi atau roti.

KALIMANTAN BARAT — Mi dan roti jadi santapan favorit anak-anak, tapi tak jarang mereka cepat lapar lagi setelah makan. Dokter gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengungkap penyebabnya dan membagikan trik sederhana agar kalori tidak menumpuk jadi lemak.

Olahan tepung terigu seperti mi instan dan roti tawar memang praktis disajikan untuk anak. Sayangnya, konsumsi berlebihan bisa membuat anak lebih cepat merasa lapar setelah makan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan hal ini berkaitan dengan respons tubuh terhadap karbohidrat olahan. Kadar gula darah naik cepat, lalu diikuti lonjakan hormon insulin.

Mengapa Mi dan Roti Bikin Cepat Lapar

Dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (24/9/2026), dr Yaze memaparkan mekanisme di balik rasa lapar yang datang lagi tak lama setelah makan.

"Sama, dia juga selain cepat meningkatkan berat badan, dia juga cepat meningkatkan insulin, meningkatkan glukosa darah. Jadi memang kalau bisa mulai dihindari, atau kita batasi pelan-pelan," ujarnya.

Setelah insulin melonjak, kadarnya akan turun drastis. Kondisi inilah yang memicu rasa lapar kembali muncul.

"Kenapa bisa meningkatkan berat badan? Karena setelah itu akan spike insulinnya. Habis itu langsung drop lagi, turun insulin. Nah, di situ kita jadinya cepat lapar lagi, pengen makan lagi," terang dr Yaze.

Kalori Berlebih Bisa Berubah Jadi Lemak

Jika asupan kalori tambahan tidak segera diolah menjadi energi lewat aktivitas fisik, sisa glukosa dalam tubuh akan disimpan sebagai jaringan lemak.

"Jadi, habis itu dia tersimpannya pun, kalau misalnya kamu enggak ada olahraga, dia tersimpannya dalam bentuk jaringan lemak," tambah dr Yaze.

Untuk ibu yang anaknya sulit lepas dari mi dan roti, bukan berarti harus langsung menghapusnya dari menu. Mengatur porsi dan frekuensi konsumsi jadi langkah awal yang lebih realistis.

Jalan Kaki 10-15 Menit Usai Makan

dr Yaze membagikan trik sederhana agar kalori dari makanan yang baru dikonsumsi tidak langsung menumpuk menjadi lemak tubuh.

"Sama ada tips juga nih yang aku kasih buat kalian. Jadi kalau misalnya habis makan, boleh banget misalnya habis itu jalan sekitar 10 sampai 15 menit," bebernya.

Aktivitas ringan ini membuat glukosa dari makanan langsung dipakai otot sebagai energi, bukan disimpan.

"Jadi makanan yang habis kita makan itu enggak sempat tersimpan ke jaringan lemak, tapi langsung dipakai otot untuk glukosanya ini dijadikan energi," paparnya.

Jangan Jadikan Olahraga sebagai Hukuman

Meski begitu, dr Yaze menegaskan olahraga setelah makan sebaiknya tidak dijadikan kompensasi rasa bersalah karena mengonsumsi makanan tinggi kalori.

"Tapi bukan berarti si olahraga ini dijadiin hukuman ya. Jadi misalnya kayak habis makan mi ayam, terus habis itu olahraga 2 jam, itu enggak boleh juga," pungkasnya.

Bagi ibu, mengajak anak berjalan santai keliling rumah setelah makan bisa jadi kebiasaan kecil yang berdampak besar. Selain membantu mengelola gula darah, momen ini juga bisa jadi waktu ngobrol santai bersama si kecil.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top