Freeport Kucurkan Rp 72 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Target Produksi 130 Ribu Ton Bijih per Hari

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 22:55:31 WIB
Investasi PT Freeport Indonesia untuk tambang bawah tanah Kucing Liar mencapai Rp 72 triliun.

KALIMANTAN BARAT — Tambang Kucing Liar bukan proyek kecil. PT Freeport Indonesia (PTFI) menanam modal jumbo untuk memastikan tambang bawah tanah ini beroperasi penuh dalam tiga tahun ke depan. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 72 triliun, dan hingga saat ini realisasinya baru sepertiga dari total anggaran.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan, proyek ini menjadi prioritas utama perusahaan setelah izin operasi resmi diperpanjang melampaui tahun 2041. "Sudah Rp 24 triliun yang kita tanamkan, dari total Rp 72 triliun," kata Tony di area Sport Hall Tembagapura, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Cadangan Raksasa di Bawah Tanah

Kucing Liar bukan sekadar tambang pendamping. Berdasarkan data internal perusahaan, tambang ini menyimpan cadangan sekitar 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas. Jumlah tersebut akan ditambang selama periode operasi tambang berlangsung.

Tony menjelaskan, kapasitas produksi Kucing Liar ditargetkan mencapai 130 ribu ton bijih tembaga per hari. "Total cadangannya bisa sekitar 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas untuk seluruh periode operasinya," jelas dia.

Kehadiran tambang anyar ini menjadi penyelamat ketika tambang bawah tanah yang sudah beroperasi mulai menunjukkan penurunan produksi. Dengan adanya Kucing Liar, PTFI optimistis produksi tetap stabil di level 240 ribu ton bijih per hari.

Eksplorasi Lanjutan Setelah 2041

Perpanjangan izin operasi setelah 2041 menjadi kunci bagi PTFI untuk memperpanjang umur tambang. Manajemen perusahaan yakin masih ada cadangan baru di bawah lapisan yang sedang dieksploitasi saat ini.

"Kalau seandainya kita diperpanjang tentu kita akan eksplorasi lagi lebih detail bawahnya lagi," terang Tony. Perusahaan meyakini masih ada potensi cadangan yang bisa ditambang di kedalaman yang lebih dalam.

Proyek Kucing Liar menjadi bagian dari strategi jangka panjang Freeport di Indonesia. Setelah sukses dengan tambang bawah tanah GBC (Grasberg Block Cave) dan DMLZ (Deep Mill Level Zone), perusahaan kini bersiap menggarap blok tambang baru yang tak kalah besar potensinya.

Dengan total investasi yang hampir menyentuh angka Rp 72 triliun, Kucing Liar diproyeksikan menjadi salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia. Keberadaannya juga memastikan kontribusi Freeport terhadap penerimaan negara dan perekonomian Papua tetap berlanjut hingga beberapa dekade ke depan.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top