Untuk pertama kalinya dalam sejarah, CLA-Class hadir sebagai mobil listrik penuh. Generasi ketiga yang akan meluncur sebagai model 2026 ini tidak sekadar mendapat ubahan kosmetik atau tambahan powertrain hybrid — Mercedes mendesain ulang seluruh arsitektur kendaraan dari nol untuk mengakomodasi motor listrik dan baterai berkapasitas besar.
Hasilnya, CLA 250+ dengan EQ Technology — nama yang akan diganti jadi "Electric" pada 2027 — menggendong motor listrik tunggal di as belakang. Tenaganya 268 hp dan torsi 247 lb-ft, disalurkan lewat transmisi dua percepatan yang pertama kali digunakan Mercedes. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim 6,6 detik, sedikit lebih lambat dari CLA bensin generasi sebelumnya, tapi terasa lebih responsif di kecepatan rendah hingga menengah.
Mercedes tidak setengah-setengah dalam urusan tampilan. Grille depan yang dulu berfungsi sebagai pendingin mesin kini dihiasi 142 bintang tiga titik Mercedes, ditambah logo raksasa di tengahnya. Lampu utama dan belakang juga mengadopsi motif bintang tiga titik yang sama. Opsi pencahayaan membuat grille bisa menyala — cocok untuk pengguna yang ingin mobilnya bersinar di malam hari.
Tapi bentuk keseluruhan mobil justru menuai kritik. Dimensi yang membesar — panjang bertambah 3,3 cm, lebar 2 cm, dan tinggi 2,8 cm — membuat CLA generasi ketiga terlihat lebih gempal. Siluetnya mengingatkan pada EQS dan EQE yang sebelumnya dianggap gagal dari segi proporsi. Koefisien drag 0,21 memang impresif, tapi secara visual, bobot tambahan untuk baterai membuat garis bodi kurang mengalir.
Perubahan paling fundamental justru ada di karakter berkendara. Bobot 4.553 pon — setara 2.065 kg — membuat CLA tidak lagi terasa lincah seperti pendahulunya. Tapi Mercedes justru melihat ini sebagai keuntungan. Dengan sumbu roda yang diperpanjang 6 cm, CLA 250+ kini memberikan rasa stabil dan dewasa yang sebelumnya absen di model entry-level ini.
Pengendalian gundukan jalan terasa lebih percaya diri, dan kemudi belakang berhasil mengurangi understeer yang biasa terjadi pada mobil berpenggerak depan. Untuk pertama kalinya, CLA tersedia dengan penggerak roda belakang — sebuah langkah yang membuatnya lebih layak menyandang logo bintang tiga titik.
Mercedes juga menyiapkan varian CLA 350 4Matic dengan dua motor listrik. Tenaga 349 hp dan torsi 380 lb-ft membuatnya mampu berlari 0-100 km/jam dalam 4,8 detik — setara dengan AMG CLA 35 bensin generasi sebelumnya. Sementara bagi yang belum siap beralih penuh ke listrik, tersedia varian hybrid 1.500 cc turbo dengan 208 hp dan motor listrik kecil, yang butuh 7,1 detik untuk mencapai 100 km/jam.
Semua varian ini lahir dari platform Mercedes Modular Architecture (MMA), yang dibangun dengan prioritas baterai di atas mesin pembakaran. Artinya, meski versi hybrid tetap ada, masa depan CLA sudah jelas: listrik murni. Mercedes tidak lagi ingin CLA dikenal sebagai mobil mewah murah — mereka ingin mobil ini menjadi gerbang teknologi yang serius, bukan sekadar pilihan ekonomis dengan logo bintang tiga.