Pengadilan Federal AS Kembalikan Aturan Safe Harbor 5% untuk Proyek Solar, Trump Gagal Hapus Insentif Pajak

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 15 Juni 2026 | 10:36:31 WIB
Pengadilan Federal AS kembalikan aturan Safe Harbor 5% untuk proyek solar, batalkan IRS Notice 2025-42.

KALIMANTAN BARAT — Keputusan itu tertuang dalam gugatan Oregon Environmental Council v. Internal Revenue Service (Perkara No. 25-4400). Majelis hakim membatalkan IRS Notice 2025-42, dokumen yang secara efektif menutup jalur "Five Percent Safe Harbor" bagi pengembang energi terbarukan. Aturan ini sempat membuat banyak kontraktor surya ragu mengajukan klaim kredit pajak, karena hanya mengakui metode "Physical Work Test" yang jauh lebih ketat.

Apa Itu Safe Harbor 5% dan Mengapa Penting?

Safe harbor 5% adalah ketentuan dari IRS sejak 2018 yang membolehkan pengembang menandai "dimulainya konstruksi" (Beginning of Construction/BOC) begitu mereka telah membayar atau menanggung biaya setidaknya 5% dari total biaya proyek. Dengan ini, proyek yang butuh waktu panjang—seperti pemasangan panel surya di atap rumah atau ladang surya skala besar—tetap memenuhi syarat kredit pajak, asalkan ada kemajuan berkelanjutan menuju penyelesaian.

IRS Notice 2018 menyebutkan dua metode: Physical Work Test dan Five Percent Safe Harbor. Keduanya mensyaratkan kontinuitas pengerjaan (Continuity Requirement). Notice 2025-42 yang dibatalkan pengadilan mencoba menghapus opsi safe harbor, memaksa pengembang hanya mengandalkan bukti fisik pekerjaan di lapangan—standar yang sulit dipenuhi proyek dengan perizinan atau pengadaan material yang panjang.

Dampak Langsung bagi Pemilik Rumah dan Kontraktor

Bill Curtis, pengacara pajak di Spencer Fane, menyebut putusan ini sebagai kemenangan besar bagi industri. "IRS biasanya tidak bisa sepihak menaikkan beban pajak tanpa tindakan kongres. Notice 2025-42 jelas upaya menghalangi wajib pajak mendapatkan potongan yang sah," ujarnya. Curtis menambahkan bahwa pengadilan, bukan pemberitahuan IRS, adalah penentu akhir soal pengurangan pajak.

Konsekuensinya langsung terasa: jika installer surya Anda sebelumnya mengatakan proyek tidak memenuhi syarat safe harbor karena aturan baru, sekarang Anda bisa menghubungi mereka kembali. IRS Notice 2025-42 sudah tidak berlaku. Proyek yang memenuhi kriteria 5% biaya dan menunjukkan kemajuan berkelanjutan tetap berhak atas kredit pajak 30% yang berlaku hingga 2032.

Yang Harus Dilakukan Konsumen agar Tak Kehilangan Insentif

Meski putusan ini positif, kompleksitas hukum pajak AS tetap tinggi. Kredit pajak federal, aturan negara bagian, program utilitas, dan klausul kontrak antarperusahaan bisa tumpang tindih atau bahkan bertentangan. Electrek mengingatkan agar konsumen tidak mengambil keputusan sendiri tanpa pendampingan profesional.

  • Konsultasi dengan akuntan atau konsultan pajak untuk memverifikasi apakah proyek Anda memenuhi syarat safe harbor 5%.
  • Periksa kembali kontrak dengan installer—tanyakan apakah mereka sudah memperhitungkan putusan pengadilan ini dalam perjanjian.
  • Jangan tunda hingga tenggat 4 Juli 2025—meski ada kepastian baru, proses dokumentasi dan verifikasi tetap memakan waktu.

Bagi yang masih mencari installer, platform seperti EnergySage menawarkan perbandingan harga dari puluhan kontraktor terverifikasi secara gratis. Layanan ini membantu memastikan Anda mendapatkan penawaran kompetitif tanpa tekanan penjualan langsung.

Konteks Lebih Luas: Pertarungan Kebijakan Energi Bersih

Upaya Trump menghapus safe harbor ini bagian dari rangkaian kebijakan yang mempersempit insentif energi terbarukan. Namun, pengadilan federal menegaskan bahwa IRS tidak bisa mengubah aturan main sepihak tanpa dasar hukum yang jelas. Putusan ini juga menjadi preseden bagi proyek angin dan teknologi energi bersih lain yang menggunakan mekanisme kredit pajak serupa.

Bagi pasar Indonesia, meski regulasi berbeda, pelajaran tetap relevan: kepastian hukum insentif fiskal sangat memengaruhi minat investasi di sektor energi terbarukan. Pengembang lokal bisa belajar dari dinamika ini bahwa perubahan aturan sepihak berpotensi digugat dan dibatalkan pengadilan.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top