BYD Yakin Salip Toyota Jadi Pabrikan Mobil Terbesar Dunia dalam Lima Tahun, Ini Strateginya

Penulis: Yoga Permadi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 05:09:01 WIB
BYD mencatat penjualan kendaraan energi baru lebih dari 4,6 juta unit pada tahun lalu.

KALIMANTAN BARAT — BYD bukan lagi sekadar pemain besar di segmen kendaraan listrik. Setelah menghentikan produksi mobil bermesin pembakaran internal murni (ICE) pada 2022 dan fokus penuh ke baterai listrik (EV) serta plug-in hybrid (PHEV), strategi berani itu mulai menuai hasil. Tahun lalu, BYD membukukan penjualan lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru (NEV) — gabungan EV dan PHEV — yang langsung mengantarkannya ke posisi keenam pabrikan otomotif global. Pencapaian itu sekaligus menempatkan BYD di atas Ford.

Target Ambisius: Volume Penjualan Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun

Dalam pidato di rapat tahunan perusahaan, Wang Chuanfu menyatakan bahwa BYD akan benar-benar menjadi pabrikan nomor satu dunia dari segi skala dalam lima tahun ke depan. Pernyataan itu telah dikonfirmasi langsung oleh pihak BYD kepada Reuters, meski tanpa memberikan detail tambahan.

Untuk mencapai takhta global, BYD harus melewati Toyota yang menjual 11,3 juta unit kendaraan sepanjang 2025 — atau dua kali lipat capaian BYD saat ini. Namun, Wang percaya diri. Momentum penjualan luar negeri yang meroket dalam beberapa bulan terakhir menjadi modal utama.

Ekspansi Global dan Teknologi Flash Charging Jadi Kunci

Pada Mei lalu, penjualan ekspor BYD menembus 160.000 unit untuk pertama kalinya. Pasar-pasar strategis seperti Eropa, Asia Tenggara, Australia, Meksiko, dan Brasil menjadi ladang subur perampasan pangsa pasar dari Toyota, Volkswagen, dan pabrikan global lainnya. Di Australia, Brasil, dan Inggris, BYD bahkan sudah menjadi merek EV terlaris, mengalahkan Tesla dan Kia.

Dua teknologi anyar juga ikut mendongkrak permintaan. Setelah meluncurkan Blade Battery 2.0 dan sistem Flash Charging pada Maret lalu, BYD kebanjiran order. Wang mengungkapkan bahwa permintaan telah melampaui kapasitas produksi baterai perusahaan, dengan pesanan untuk beberapa model baru mencapai lebih dari 100.000 unit.

Pekan ini, BYD meresmikan stasiun Flash Charging pertamanya di Eropa dan Inggris sebagai awal dari penyebaran global. Stasiun pengisian ini mampu menyuplai daya hingga 1.500 kW, yang memungkinkan pengisian baterai dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit. Untuk pengisian penuh dari 10% ke 97%, waktu yang dibutuhkan hanya 9 menit. BYD menargetkan pemasangan 300 unit charger di Inggris dan 3.000 unit di seluruh Eropa pada akhir 2026.

Integrasi Vertikal: BYD Bikin Segalanya Sendiri

Keunggulan kompetitif BYD tak hanya pada teknologi baterai. Tidak seperti pabrikan lain yang bergantung pada pemasok, BYD memproduksi hampir seluruh komponen kendaraan secara in-house — mulai dari baterai, motor listrik, drivetrain, sistem kontrol elektronik, sistem infotainment, hingga perangkat lunak yang menjalankannya. Bulan lalu, BYD bahkan memperkenalkan chip kecerdasan buatan 4nm hasil rancangan sendiri, yang disebut mampu mendukung kemampuan mengemudi otonom level L3 dan L4.

Sementara Toyota, Ford, dan sejumlah pabrikan global lainnya justru berbalik arah memesan baterai atau komponen EV ke BYD untuk bisa tetap bersaing. Ironisnya, langkah itu justru semakin memperkuat posisi BYD sebagai pemasok sekaligus pesaing utama mereka.

Akankah BYD benar-benar menyalip Toyota dan Volkswagen dalam lima tahun? Melihat laju ekspansi dan penguasaan rantai pasoknya, skenario itu bukan sekadar mimpi di siang bolong.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top