BENGKAYANG — Pemandangan di Toko Victory, Simpang Take, Jagoi Babang, hampir selalu sama setiap harinya. Warga datang silih berganti, ada yang membawa daftar belanja, ada pula yang langsung menuju meja kasir untuk bertransaksi keuangan. Aktivitas jual beli dan layanan perbankan berjalan berdampingan di bawah satu atap ruko dua pintu bercat biru dan hijau itu.
Miki (42), seorang perempuan asal Bengkayang, menjadi salah satu pelanggan setia. Dalam perjalanan menuju Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia, ia menyempatkan diri singgah untuk menarik uang tunai melalui layanan Agen BRILink yang tersedia di toko.
"Saya memang sengaja tarik uang di sini untuk belanja. Biasanya kalau ke Jagoi sekalian cari beberapa barang yang susah ditemukan di tempat lain, termasuk makanan ringan dari Malaysia," katanya kepada ANTARA.
Toko Victory yang dikelola Fanny (31), menantu pemilik usaha, awalnya hanyalah sebuah warung kelontong kecil. Seiring waktu, toko ini bertransformasi menjadi minimarket yang menyediakan kebutuhan rumah tangga, makanan, minuman, hingga berbagai produk lainnya.
Namun yang membuatnya istimewa, toko ini juga menjadi satu-satunya titik layanan keuangan yang mudah dijangkau di kawasan tersebut. Sebuah mesin transaksi berada di dekat meja kasir, melayani tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran tagihan.
Bertahun-tahun lalu, ketika layanan perbankan belum tersedia di Jagoi Babang, warga yang ingin mentransfer uang atau menarik dana harus menempuh perjalanan hingga ke Bengkayang, ibu kota kabupaten. Perjalanan darat itu memakan waktu lebih dari dua jam. Bagi warga dari kampung-kampung pedalaman, waktu tempuhnya bahkan bisa jauh lebih lama.
Ketiadaan akses perbankan itulah yang mendorong pemilik Toko Victory untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan. Kini, warga dari berbagai kampung di perbatasan bisa mengakses layanan tersebut tanpa harus bepergian jauh.
Frasa itu kerap terdengar di kalangan warga Jagoi Babang. Papan nama toko yang mulai memudar dimakan usia tak mengurangi fungsi Toko Victory sebagai penanda penting di kawasan perbatasan.
Jagoi Babang sendiri merupakan salah satu pintu perlintasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat. Simpang Take, tempat toko ini berdiri, menjadi jalur yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas. Mobilitas warga dan aktivitas perdagangan lintas batas membuat toko ini nyaris tak pernah sepi pengunjung.
Lantai bawah toko dipenuhi rak-rak berisi kebutuhan sehari-hari, sementara lantai atas menjadi tempat tinggal keluarga pemilik. Di sinilah Fanny setiap hari melayani pelanggan dari balik meja kasir, menyaksikan sendiri bagaimana Toko Victory tumbuh bersama masyarakat perbatasan selama bertahun-tahun.