Lansia di Sambas Dianiaya OTK Saat Pulang Salat Isya, Polisi Buru Pelaku Penyerangan

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:49:13 WIB
Korban penganiayaan lansia di Sambas ditemukan bersimbah darah setelah diserang orang tak dikenal.

SAMBAS — Seorang lansia berinisial S (70) menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di Dusun Sejiram, Desa Galing, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas. Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan kaki pulang seorang diri usai menunaikan salat Isya berjamaah di masjid setempat.

Dihajar dari Belakang Saat Jalan Sendirian

Korban diketahui baru saja keluar dari masjid sekitar pukul 19.30 WIB. Saat melintasi jalan setapak yang sepi, tiba-tiba seorang pria tak dikenal mendekat dan langsung memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda tumpul.

Akibat pukulan tersebut, korban jatuh tersungkur dan mengalami luka robek di kepala bagian belakang. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah perkebunan karet yang gelap, meninggalkan korban dalam kondisi tergeletak.

Warga Temukan Korban Bersimbah Darah

Beberapa warga yang melintas sekitar 15 menit kemudian menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah. Mereka segera membawa korban ke Puskesmas Galing menggunakan kendaraan warga untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kepala Desa Galing membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut korban saat ini masih menjalani perawatan intensif. “Korban mengalami trauma psikis dan luka fisik yang cukup serius. Kami berharap polisi segera menangkap pelaku,” ujarnya.

Polisi: Pelaku Diduga Residivis atau Orang dengan Gangguan Jiwa

Kapolsek Galing, Iptu Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diperkirakan masih berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kami masih memburu pelaku. Motif penyerangan belum diketahui, namun kami tidak menutup kemungkinan pelaku adalah residivis atau orang dengan gangguan jiwa,” kata Iptu Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/2).

Apa yang Dilakukan Warga agar Kejadian Tak Terulang?

Pasca-kejadian, warga sekitar mulai meningkatkan kewaspadaan dengan membentuk ronda malam secara bergilir. Beberapa tokoh masyarakat juga mengusulkan pemasangan lampu penerangan di sepanjang jalan menuju masjid yang selama ini gelap.

Polsek Galing mengimbau warga untuk tidak berjalan sendirian saat malam hari, terutama di lokasi yang sepi dan minim penerangan. “Kami juga mengimbau agar warga segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di lingkungan masing-masing,” tambah Iptu Hendra.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top