KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo angkat bicara soal harga tandan buah segar (TBS) yang dinilai masih jauh dari ketentuan. Ia meminta perusahaan sawit di daerah itu segera menyesuaikan harga beli dengan acuan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah.
Instruksi ini disampaikan menyusul laporan dari petani sawit yang mengaku harga TBS di tingkat kebun kerap berada di bawah standar. Kondisi itu dinilai merugikan petani yang selama ini menggantungkan hidup dari komoditas sawit.
Alexander menegaskan bahwa harga TBS tidak boleh ditentukan seenaknya oleh pabrik. Ada mekanisme yang diatur melalui tim penetapan harga yang melibatkan dinas perkebunan, perusahaan, dan perwakilan petani.
“Saya minta perusahaan segera memulihkan harga TBS sesuai ketetapan. Jangan ada lagi petani yang menerima harga di bawah standar,” ujar Alexander dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Bupati juga mengingatkan bahwa penetapan harga TBS bukan sekadar rekomendasi, melainkan keputusan yang harus dijalankan. Jika ada perusahaan yang melanggar, pemerintah akan memberikan sanksi tegas.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah petani sawit di Ketapang mengeluhkan harga TBS yang turun drastis. Di beberapa titik, harga bahkan disebut berada di bawah biaya produksi sehingga petani merugi.
“Kami berharap bupati benar-benar menindak perusahaan yang nakal. Jangan sampai petani terus dirugikan,” ujar seorang petani sawit di Kecamatan Kendawangan saat ditemui, pekan lalu.
Ketapang merupakan salah satu sentra produksi sawit di Kalimantan Barat. Ribuan petani menggantungkan hidup dari komoditas ini, sehingga fluktuasi harga sangat berdampak pada perekonomian warga.
Pemerintah Kabupaten Ketapang akan memantau langsung harga TBS di lapangan. Tim dari dinas perkebunan akan turun ke pabrik-pabrik untuk memastikan kepatuhan terhadap harga acuan.
Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak segan memberikan sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional. “Kami akan evaluasi secara berkala. Ini soal kesejahteraan petani,” kata Alexander.
Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan harga TBS di tingkat petani dan mengembalikan kepercayaan petani terhadap mekanisme pasar yang adil.