MEMPAWAH — Pengabdian panjang Ismail sebagai ASN daerah resmi berakhir. Setelah 34 tahun bekerja untuk Pemkab Mempawah, pria yang menjabat sebagai Sekda itu kini memasuki masa purnatugas. Kepastian ini dikonfirmasi oleh pihak terkait di lingkungan pemerintah setempat.
Masa bakti yang membentang lebih dari tiga dekade itu menjadikan Ismail sebagai salah satu ASN dengan pengalaman paling panjang di Mempawah. Ia telah menyaksikan langsung transformasi birokrasi dan pembangunan daerah dari masa ke masa.
Karier Ismail tidak dimulai dari posisi puncak. Ia mengawali langkahnya sebagai staf di berbagai dinas, kemudian naik ke eselon kepemimpinan, hingga akhirnya dipercaya menduduki kursi Sekretaris Daerah, jabatan tertinggi di jajaran ASN Pemkab Mempawah.
Sepanjang perjalanannya, Ismail dikenal sebagai sosok yang memahami detail persoalan pemerintahan daerah. Rekan-rekan sesama ASN menyebutnya sebagai birokrat yang tekun dan jarang membuat kegaduhan.
Dengan berakhirnya masa tugas Ismail, posisi Sekda Mempawah otomatis lowong. Pemerintah daerah kini harus segera menyiapkan mekanisme pengisian jabatan tersebut, baik melalui pelaksana harian (Plh.) maupun penunjukan pejabat definitif.
Proses ini menjadi perhatian karena Sekda adalah motor penggerak roda pemerintahan sehari-hari. Tanpa figur yang solid di posisi itu, sejumlah program dan kebijakan daerah berpotensi mengalami hambatan administratif.
Masa pengabdian selama 34 tahun menyisakan tanda tanya besar: apakah stabilitas birokrasi yang terjaga selama ini akan berlanjut? Atau justru dibutuhkan wajah baru dengan pendekatan segar untuk menghadapi tantangan daerah ke depan?
Yang jelas, jejak Ismail sebagai Sekda akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah pemerintahan Mempawah. Kini, publik menanti langkah selanjutnya dari Pemkab untuk memastikan transisi kepemimpinan di sekretariat daerah berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan publik.