SINGKAWANG — Upacara berlangsung khidmat. Inspektur upacara adalah Kapolres Singkawang. Seluruh peserta, dari perwira hingga brigadir, mengenakan seragam dinas lengkap. Mereka berbaris rapi mengikuti setiap rangkaian: penghormatan, hingga pembacaan teks Pancasila.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi jajaran Polres Singkawang, momentum ini menjadi pengingat peran kepolisian sebagai pengayom masyarakat. “Pancasila adalah dasar negara yang mempersatukan kita dalam bingkai NKRI,” ujar Kapolres Singkawang dalam amanatnya.
Ia menegaskan semangat persatuan harus terus dirawat, terutama di daerah dengan keragaman suku dan agama seperti Singkawang. Polisi, lanjutnya, menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial.
Setelah upacara, kegiatan tidak berhenti. Polres Singkawang menggelar sesi diskusi singkat dengan personel tentang implementasi Pancasila dalam tugas sehari-hari. Mulai dari cara merespons laporan warga, hingga pendekatan humanis saat patroli.
Beberapa personel juga berbagi pengalaman langsung. Seorang bhabinkamtibmas menceritakan pendekatan kekeluargaan yang berhasil meredam potensi konflik antarwarga di salah satu kelurahan. Cerita ini menjadi contoh nyata bahwa nilai Pancasila bisa dijalankan dalam aksi sederhana.
Polres Singkawang berencana memperluas kegiatan serupa ke tingkat polsek. Tujuannya, agar pesan persatuan menjangkau lebih banyak personel dan masyarakat. Kapolres juga menginstruksikan setiap anggota aktif menjadi agen sosialisasi Pancasila di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Ini bukan tugas yang selesai dalam sehari. Kami ingin nilai-nilai Pancasila menjadi napas dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.