Riset: Rata-rata Orang Amerika Pegang Ponsel Hampir 2,5 Tahun, AI Tak Lagi Jadi Daya Tarik Upgrade

Penulis: Alfin Murtado  •  Senin, 18 Mei 2026 | 04:39:01 WIB
Rata-rata pengguna Amerika kini mempertahankan ponsel hampir 2,5 tahun sebelum mengganti.

KALIMANTAN BARAT — Fenomena menahan ponsel lebih lama kini bukan sekadar kebiasaan, melainkan keputusan rasional. Survei terbaru dari Reviews.org mengungkap rata-rata orang Amerika memakai smartphone selama 29 bulan—hampir 2,5 tahun. Angka ini naik signifikan dari 22 bulan pada 2016. Sementara itu, laporan Allstate menemukan hampir setengah pengguna (sekitar 48%) menahan ponselnya lebih dari tiga tahun. Ini kontras dengan era kejayaan upgrade tahunan yang dulu identik dengan industri ponsel.

Harga Naik, Inovasi Stagnan

Penyebab utama pergeseran ini adalah harga. Seri iPhone 17 dan Google Pixel 10 dibanderol mulai 799 dolar AS (sekitar Rp 13,2 juta). Samsung Galaxy S26 bahkan lebih mahal di angka 899,99 dolar AS (sekitar Rp 14,8 juta). Dengan nominal segitu, konsumen berpikir dua kali sebelum mengganti perangkat yang masih berfungsi baik.

Dari sisi inovasi, pabrikan juga dinilai gagal menghadirkan gebrakan. Pengguna iPhone 13 misalnya, masih bisa memakai perangkatnya dengan lancar setelah empat tahun. Kapasitas baterai maksimalnya memang turun ke 80%, tapi perangkat tidak menunjukkan gejala kritis seperti crash atau mati mendadak. Apple sendiri mendukung model iPhone hingga sekitar tujuh tahun, membuat umur pakai semakin panjang.

Fitur AI Gagal Jadi Magnet Upgrade

Kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang sebagai masa depan ponsel ternyata tidak laku di mata konsumen. Survei CNET 2025 menunjukkan minat upgrade karena AI justru turun—dari 18% di 2024 menjadi hanya 11% di 2025. Lebih dari itu, 29% responden mengaku tidak menemukan manfaat fitur AI di ponsel mereka, atau bahkan tidak menginginkan tambahan fitur AI sama sekali. Angka ini naik dari 25% pada tahun sebelumnya.

Banyak pengguna justru melihat fitur seperti pembuatan emoji kustom atau Siri yang lebih pintar sebagai gangguan, bukan nilai tambah. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, keamanan data, dan implikasi sosial dari AI juga membuat sebagian orang enggan membayar mahal demi teknologi yang belum terbukti esensial.

Ponsel Lipat Juga Tak Menarik Massa

Selain AI, tren ponsel lipat juga gagal membangkitkan gairah pasar. Meski jadi buzzword dalam beberapa tahun terakhir, produk ini belum mampu menarik minat mayoritas konsumen. Kombinasi harga tinggi dan keraguan akan durabilitas membuat ponsel lipat masih menjadi barang niche.

FAQ: Seputar Tren Menahan Ponsel Lebih Lama

Apakah ponsel sekarang lebih awet dibanding dulu?
Ya. Pabrikan seperti Apple dan Samsung kini menyediakan dukungan pembaruan sistem operasi hingga 5-7 tahun untuk model flagship. Kualitas hardware juga meningkat, membuat ponsel tidak cepat terasa lambat atau rusak.

Kapan waktu yang tepat untuk upgrade ponsel?
Pertimbangkan upgrade jika baterai sudah tidak mampu bertahan sehari penuh, performa sering lag saat membuka aplikasi dasar, atau ponsel tidak lagi mendapat patch keamanan. Jangan tergoda fitur baru jika ponsel lama masih berfungsi optimal.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top