LANDAK — Program koperasi desa yang digagas pemerintah pusat ini menargetkan lebih dari 30 ribu unit koperasi aktif secara bertahap sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Peluncuran perdana diikuti 1.061 titik yang telah siap beroperasi penuh di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan launching di Kabupaten Landak dihadiri langsung oleh Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Landak John Helti yang mewakili Bupati, serta perwakilan Ketua DPRD Landak Komisi IV Roni. Kapolres Landak diwakili Kasat Binmas AKP Zulianto, sementara Kajari Landak diwakili Kasat Intel Palito.
Seluruh Danramil jajaran Kodim 1210/Landak juga turut hadir dalam acara yang berlangsung di KDKMP Amboyo Utara, Desa Amboyo Utara. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, hingga dialog virtual dengan perwakilan KDKMP dari daerah lain.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam laporannya menyebut program ini sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. "Hingga saat ini sebanyak 1.061 koperasi telah siap beroperasi penuh di berbagai wilayah Indonesia dan pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu koperasi dapat aktif secara bertahap," ujar pria yang akrab disapa Zulhas.
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan koperasi desa menjadi tonggak penting membangun ekonomi kerakyatan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kepala negara memastikan pertumbuhan ekonomi dimulai dari desa melalui dukungan kepada petani, nelayan, pelaku UMKM, serta masyarakat kecil agar memperoleh akses modal, distribusi hasil produksi, dan akses pasar yang lebih luas.
Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. "Kodim 1210/Landak siap mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan koperasi ini mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa," tegasnya.
Kehadiran TNI dalam program ini dinilai krusial untuk memastikan distribusi bantuan dan pendampingan berjalan lancar hingga ke pelosok desa di Kabupaten Landak. Wilayah yang terdiri dari 13 kecamatan ini memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang membutuhkan akses permodalan dan pemasaran yang terstruktur.