JAKARTA — Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan gas bumi untuk Refinery Unit V Balikpapan melalui kerja sama dengan Indo Sino Oil and Gas (ISOG). Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dari Lapangan Karamba, Wilayah Kerja (WK) Wain, diteken di Gedung Wisma Mulia SKK Migas, Jakarta, Senin (11/5). Gas dari sumber ini akan mengalir hingga 2037, dengan rencana penyaluran perdana pada 28 Mei 2026.
Kerja sama ini tidak hanya menyokong operasional kilang yang sudah berjalan, tetapi juga proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek strategis nasional itu menargetkan peningkatan kapasitas dan kualitas produk kilang, termasuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) rendah sulfur.
Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, menegaskan pasokan gas bumi menjadi faktor krusial dalam menjaga keandalan kilang. Menurutnya, untuk menghasilkan BBM rendah sulfur yang lebih ramah lingkungan, dukungan gas bumi yang andal mutlak diperlukan.
"Momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibangun bersama. Untuk menghasilkan produk BBM rendah sulfur (low sulfur), dibutuhkan dukungan pasokan gas yang andal," ujar Erwin dalam keterangan resmi yang diterima Suara Kalbar.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani, mengapresiasi realisasi kontrak tersebut. Ia berharap Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal dari WK Wain, sehingga mendukung target lifting dan penerimaan negara tahun 2026.
"Kami berharap seluruh proses operasional dan upaya yang dijalankan bersama operator, dalam hal ini Indo Sino Oil and Gas, dapat berjalan lancar dan terealisasi dengan baik melalui dukungan seluruh pihak," kata Desti.
Kontrak ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan. Pertamina Patra Niaga dan ISOG sepakat menjajaki pemanfaatan potensi gas dari Lapangan Mentawir untuk kebutuhan Refinery Unit V Balikpapan dan RDMP Balikpapan.
Penandatanganan PJBG dilakukan oleh Erwin Suryadi dan Direktur sekaligus General Manager ISOG, Tang Zhongfu. Prosesi itu turut disaksikan oleh Desti Melani, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Ufo Budiarius Anwar, Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Selvi, serta Buddy Beer selaku President and General Manager Pandawa Prima Lestari sebagai mitra ISOG.
Melalui langkah ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pengelolaan pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi target utama, terutama untuk memastikan kilang-kilang strategis di Indonesia Timur beroperasi optimal.