Gubernur Kalbar Ria Norsan Ajak 60.000 Anggota IKAMA Jaga Kerukunan 24 Etnis

Penulis: Alfin Murtado  •  Senin, 11 Mei 2026 | 19:01:01 WIB
Gubernur Ria Norsan mengajak anggota IKAMA menjaga kerukunan antar 24 etnis di Kalbar.

PONTIANAKGubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Madura, untuk merajut keharmonisan di Bumi Khatulistiwa. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah IKAMA Kalbar, Minggu (10/5/2026) di Pendopo Gubernur.

24 Etnis Hidup Berdampingan di Kalbar

Ria Norsan menyebut Kalimantan Barat saat ini dihuni oleh 24 etnis yang hidup berdampingan. Ia menegaskan provinsi ini adalah "rumah besar" yang harus dijaga bersama, tanpa ada satu suku pun yang merasa lebih tinggi dari yang lain.

"Tidak ada suku yang merasa lebih hebat atau lebih tinggi dari yang lain. Persatuan adalah kunci agar masyarakat tidak mudah disisipi oleh pihak-pihak yang ingin melakukan adu domba," ujar Ria Norsan dalam sambutannya.

Wagub: Warga Madura Harus Jadi Pemeran Utama

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menyebut Kalbar sebagai miniatur Republik Indonesia. Ia mendorong warga Madura yang diperkirakan berjumlah 350.000 hingga 390.000 jiwa untuk memiliki rasa memiliki tinggi terhadap daerah ini.

"Orang Madura yang hidup di Kalbar adalah warga 'Madura Kalimantan Barat', bukan lagi sekadar warga Pulau Madura. Mereka harus menjadi pemeran utama dalam memajukan daerah, bukan figuran," kata Krisantus.

Larangan Bawa Celurit di Ruang Publik

Ketua IKAMA Kalbar Sunandar mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh anggota, khususnya pemuda Madura. Ia melarang penggunaan celurit dalam aktivitas sehari-hari atau sekadar alat bergengsi di warung kopi.

"Mulai hari ini, saya minta dan saya larang kalian membawa celurit yang terselip di pinggang saat berjalan atau bersosialisasi. Kita tidak ingin menciptakan stereotip negatif seolah-olah orang Madura sedang mencari lawan," tegas Sunandar.

Sebagai simbol komitmen perdamaian, IKAMA menyerahkan celurit tersebut kepada Krisantus Kurniawan selaku tokoh adat Dayak. Celurit kini diposisikan murni sebagai senjata adat dan simbol budaya, bukan alat intimidasi.

Guyon Gubernur Soal Perbedaan Karakter

Dalam kesempatan itu, Ria Norsan sempat berkelakar mengenai hubungannya dengan Wagub Krisantus. Ia menyebut perbedaan karakter justru menjadi kekuatan dalam memimpin Kalbar.

"Kalau saya ini pembawaannya tidak begitu kalem, beliau sedikit tegas sehingga kami berdua ini cocok. Kalau ada apa-apa, saya diam, Bapak maju dulu sebagai pengumpan peluru," ujar Ria Norsan disambut tawa hadirin.

Anggota IKAMA Capai 60.000 Orang

Sunandar melaporkan bahwa jumlah anggota IKAMA saat ini mencapai hampir 60.000 orang yang tersebar di seluruh Kalbar, mulai tingkat provinsi hingga desa. Dengan kepengurusan baru, IKAMA berharap dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

"Kalau ada masalah yang besar, mari kita kecilkan. Tapi kalau ada masalah yang kecil, mari kita selesaikan dengan musyawarah dan mufakat, duduk bersama," pungkas Ria Norsan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top