Rupiah menembus level psikologis Rp17.395 per dolar AS. Pelemahan ini langsung mengerek kurs jual dan beli di bank nasional. Berikut rincian kurs di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.
JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan menembus level psikologis Rp17.395 per dolar. Pergerakan ini menjadi sinyal bagi masyarakat yang hendak bertransaksi valuta asing, terutama melalui perbankan.
Setiap bank memiliki selisih harga jual dan beli yang berbeda. Berikut kurs dolar AS di empat bank utama pada perdagangan terbaru:
Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari sentimen global. Penguatan indeks dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed menjadi pemicu utama. Pelaku pasar masih menunggu data inflasi Amerika Serikat yang bisa mempengaruhi arah kebijakan moneter.
Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset safe haven. Permintaan dolar pun meningkat di dalam negeri.
Pelemahan rupiah langsung mendongkrak harga barang impor, termasuk bahan baku industri dan produk elektronik. Biaya perjalanan ke luar negeri otomatis membengkak. Namun, bagi eksportir, situasi ini menguntungkan karena penerimaan dalam dolar bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Nasabah disarankan membandingkan kurs di beberapa bank sebelum bertransaksi. Selisih antar bank bisa mencapai puluhan rupiah per dolar. Transaksi dalam jumlah besar berpotensi menghasilkan selisih nominal yang signifikan. Perhatikan juga jam operasional layanan valas karena kurs bisa berubah setiap saat mengikuti pergerakan pasar.