XINING — Otoritas di Provinsi Qinghai membuka Museum Sains Gletser Bayi untuk umum pada Jumat (8/5). Museum ini menjadi jendela interaktif bagi pengunjung untuk mengenal "raksasa es" yang menyokong sistem perairan di wilayah barat laut China tersebut.
Wakil Presiden Institut Ekologi dan Sumber Daya Lingkungan Barat Laut, Li Zongxing, menyebut museum ini lebih dari sekadar ruang pameran. Fasilitas tersebut menjadi platform penting untuk menerjemahkan penelitian ilmiah yang kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat luas.
"Museum ini berfungsi sebagai ruang kelas untuk perlindungan ekologi, yang secara langsung menunjukkan realitas penyusutan gletser dan menceritakan kisah konservasi di Pegunungan Qilian," ujar Li Zongxing.
Penemuan mutakhir dalam studi gletser dan ekologi disajikan secara jelas dan nyata. Hal ini diharapkan mampu menjembatani celah antara temuan para ilmuwan di lapangan dengan kesadaran publik mengenai kondisi lingkungan terkini.
Bangunan museum yang terletak di wilayah Qilian ini terdiri dari dua lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai dasar difokuskan pada pengalaman visual melalui tiga zona pameran utama, yaitu Kelahiran Gletser, Krisis Gletser, dan Harapan.
Pengelola menggunakan kombinasi diorama miniatur, tampilan multimedia interaktif, dan teknologi imersif untuk menghidupkan ekologi dataran tinggi. Pengunjung dapat mempelajari sejarah pembentukan, distribusi, hingga fungsi ekologis gletser bagi kehidupan manusia secara sistematis.
Sementara itu, lantai kedua dirancang sebagai ruang multifungsi. Area ini mengintegrasikan pameran budaya, layanan rekreasi, pendidikan alam, hingga berbagai kegiatan penelitian ilmiah.
Gletser Bayi merupakan sumber utama bagi sistem perairan pedalaman di Pegunungan Qilian. Kawasan ini memegang peran vital sebagai lokasi observasi untuk melacak perubahan ekologi sekaligus menjadi simbol ikonik bagi kandidat Taman Nasional Pegunungan Qilian.
Wakil Direktur Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Provinsi Qinghai, Hou Tianmin, menjelaskan bahwa museum ini merangkum hasil pemantauan dan penelitian selama bertahun-tahun. Rekonstruksi sejarah evolusi gletser ditampilkan secara autentik untuk menunjukkan perjalanan berat upaya konservasi di sana.
"Kami berharap para pengunjung dapat merasakan pesona gletser dari dekat dan memahami nilai ekologis yang terkandung di dalamnya," tutur Hou Tianmin.
Pegunungan Qilian sendiri merupakan benteng ekologis penting di China barat yang memiliki lebih dari 2.600 gletser. Kehadiran museum ini memperkuat jaringan infrastruktur pendidikan ekologi negara tersebut dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.