Pemkot Pontianak Masuk UCLG ASPAC Perkuat Mitigasi Iklim Global

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:14:28 WIB
Pemkot Pontianak resmi bergabung dengan UCLG ASPAC untuk memperkuat mitigasi perubahan iklim.

PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak mengukuhkan posisinya dalam kancah internasional dengan resmi bergabung sebagai anggota United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC). Kepastian ini diumumkan dalam agenda UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/5/2026) malam.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menyatakan bahwa keanggotaan ini merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat kontribusi daerah dalam kerja sama regional. Melalui platform ini, Pontianak membidik peluang kemitraan baru, pertukaran pembelajaran, serta kolaborasi pembangunan berkelanjutan yang lebih intensif dengan kota-kota lain di Asia Pasifik.

Perjalanan dari Pilot Project GCoM hingga Lencana Kepatuhan

Keanggotaan resmi ini bukan diraih secara instan, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan lingkungan sejak akhir 2021. Saat itu, Pontianak terpilih sebagai satu dari empat kota percontohan di Indonesia untuk program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM). Status tersebut menjadikan Pontianak sebagai satu-satunya wakil dari Pulau Kalimantan yang dinilai berkomitmen penuh pada aksi mitigasi perubahan iklim.

Keberhasilan tersebut berlanjut hingga Mei 2025, saat Pontianak meraih GCoM Compliance Badge atau Lencana Kepatuhan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa ibu kota Kalimantan Barat ini telah memenuhi standar global dalam penyusunan Rencana Aksi Perubahan Iklim (Climate Action Plans). Capaian ini sekaligus memposisikan Pontianak sebagai rujukan bagi kota-kota menengah lain di kawasan Asia Tenggara.

Fokus Penanganan Banjir Rob dan Penurunan Kualitas Lingkungan

Sebagai kota yang berada di garis khatulistiwa dan dibelah sungai besar, Pontianak menghadapi tantangan geografis yang spesifik. Status keanggotaan di UCLG ASPAC memastikan suara dan kendala yang dihadapi kota sungai, terutama ancaman banjir rob, dapat terdengar di level regional.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” ujar Amirullah saat memberikan sambutan di Kendari.

Amirullah menegaskan bahwa tantangan global tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh satu entitas. Oleh karena itu, Pontianak berkomitmen untuk berjalan bersama anggota UCLG ASPAC lainnya guna bertukar pengalaman dan memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mendorong pembangunan kota yang inklusif serta tangguh menghadapi bencana.

Akses Pendanaan Hijau dan Bantuan Teknis Internasional

Manfaat konkret dari bergabungnya Pontianak dalam jaringan ini adalah terbukanya jalur langsung menuju akses pendanaan hijau (green funding). Selain itu, pemerintah kota akan mendapatkan bantuan teknis internasional untuk memodernisasi infrastruktur agar lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

UCLG ASPAC, yang selama ini bertindak sebagai sekretariat regional, telah mendampingi Pontianak bertransformasi menjadi kota yang aktif dan progresif. Ke depan, praktik baik yang telah dijalankan Pemkot Pontianak, seperti pengelolaan sampah terintegrasi dan sistem mitigasi banjir, akan terus dipromosikan sebagai referensi pembangunan perkotaan yang rendah emisi di kancah global.

“Pontianak siap berjalan dan bergerak bersama UCLG ASPAC serta seluruh anggotanya,” pungkas Amirullah.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top