Audisi Umum PB Djarum 2026 Sasar Bakat Bulutangkis Sumatra dan Sulawesi

Penulis: Zainul Arifin  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:03:01 WIB
Tim pencari bakat PB Djarum menggelar audisi umum di Pekanbaru sebagai pembuka rangkaian 2026.

Bakti Olahraga Djarum Foundation resmi memperluas jangkauan Audisi Umum PB Djarum 2026 ke tiga kota berbeda di Indonesia mulai Juli mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk menjaring bibit pebulutangkis potensial dari wilayah Sumatra dan Sulawesi guna memperkuat fondasi regenerasi atlet nasional di masa depan.

Klub bulutangkis PB Djarum kembali melakukan terobosan dalam sistem rekrutmen pemain muda. Setelah dalam beberapa tahun terakhir fokus diselenggarakan di satu titik, kini proses pencarian bakat tersebut dipastikan merambah ke luar Pulau Jawa guna menemukan talenta yang selama ini belum terpantau secara maksimal.

Jadwal Lengkap dan Lokasi Audisi di Tiga Kota

Pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2026 akan dimulai dari wilayah barat Indonesia, tepatnya di Pekanbaru, Provinsi Riau. GOR Angkasa di Kecamatan Payung Sekaki terpilih menjadi lokasi pembuka yang akan berlangsung pada 7-12 Juli mendatang.

Setelah dari Sumatra, tim pemandu bakat akan bergeser ke wilayah timur, yakni Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Audisi di Kota Daeng ini dijadwalkan berlangsung pada 4-9 Agustus di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya. Sebagai penutup, rangkaian seleksi akan kembali ke markas pusat di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-13 September.

"Sejak 2022 hingga 2025, Audisi Umum PB Djarum kami pusatkan di Kudus. Namun pada tahun-tahun sebelumnya kami juga sempat menggelar ke berbagai kota, bahkan sampai sembilan kota," kata Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin.

Yoppy menegaskan bahwa perluasan jangkauan ini merupakan upaya konkret untuk memberikan akses lebih luas bagi atlet-atlet daerah. "Kami berharap tahun ini dapat menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum muncul ke permukaan," sambungnya.

Fokus Pembinaan pada Tiga Kelompok Usia Muda

Proses seleksi tahun ini secara spesifik menyasar tiga kategori kelompok usia, baik untuk sektor putra maupun putri. Fokus utama terletak pada pembinaan usia dini untuk memastikan proses pengembangan teknik dan fisik berjalan lebih matang sejak awal.

  • U-11: Peserta berusia 8-10 tahun atau kelahiran tahun 2016-2018.
  • KU 11: Peserta berusia 11 tahun atau kelahiran tahun 2015.
  • KU 12: Peserta berusia 12 tahun atau kelahiran tahun 2014.

Legenda Bulutangkis Turun Gunung Berburu Talenta

Kualitas seleksi tetap terjaga dengan melibatkan jajaran pelatih legendaris dan mantan pemain dunia. Sigit Budiarto dipercaya memimpin tim pencari bakat, didampingi oleh dua sosok berpengalaman sebagai koordinator lapangan.

Hendrawan akan bertugas sebagai Koordinator Atlet Putri, sementara Leonard Holvy de Pauw akan memantau perkembangan di sektor putra. Kehadiran para ahli ini bertujuan untuk melihat potensi teknis sekaligus mentalitas bertanding para peserta di lapangan.

"Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus," ujar Hendrawan.

Mantan pelatih tunggal putra ini berharap format baru ini mampu menghasilkan jumlah talenta yang lebih melimpah dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top