BI dan Pemprov Kalbar Buka Saprahan Khatulistiwa 2026 di Pontianak

Penulis: Zainul Arifin  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:52:38 WIB
Gubernur Kalbar dan Bank Indonesia resmi membuka Saprahan Khatulistiwa 2026 di Pontianak.

PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia resmi memulai Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan Kalimantan Barat (Saprahan Khatulistiwa) 2026. Agenda ini menjadi strategi utama daerah dalam mengintegrasikan kekuatan tradisi lokal dengan pemberdayaan ekonomi modern.

Dalam sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan Sekda Harisson, ditekankan bahwa pelaku UMKM di wilayah ini wajib melakukan inovasi produk dan penguatan branding digital. Langkah tersebut dianggap krusial agar produk lokal tidak hanya jago kandang, tetapi mampu menembus pasar ekspor.

“UMKM harus didorong untuk naik kelas melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, penguatan branding, serta pemanfaatan teknologi digital. Begitu pula sektor pariwisata harus dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Harisson di Pontianak, Senin.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 20 Persen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 menunjukkan performa positif sektor pariwisata Kalimantan Barat. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 10.299 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 20,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Harisson menjelaskan bahwa tradisi saprahan yang menjadi nama kegiatan ini bukan sekadar seremoni makan bersama. Nilai filosofisnya melambangkan sinergi lintas sektor dalam membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

“Saprahan bukan hanya tentang kebersamaan di meja makan, tetapi juga tentang kebersamaan dalam membangun masa depan Kalimantan Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.

Fasilitas Sertifikasi Halal dan Desain Baru Tenun Sintang

Saprahan Khatulistiwa 2026 menyediakan berbagai program konkret bagi pelaku usaha melalui Pojok UMKM. Layanan yang tersedia mencakup pendampingan ekspor, pengurusan sertifikasi halal, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi acara.

Selain layanan administratif, panitia meluncurkan desain baru Tenun Ikat Sintang untuk meningkatkan nilai tambah produk kriya lokal. Ada pula kompetisi barista yang menyasar pengembangan talenta muda di industri kopi Kalbar yang tengah berkembang pesat.

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Tertinggi di Kalimantan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, memberikan apresiasi atas ketahanan ekonomi Kalimantan Barat. Pada 2025, ekonomi Kalbar tumbuh 5,39 persen (yoy), angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,9 persen sekaligus menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Kalimantan.

Dari sisi pengendalian harga, inflasi Kalbar pada Maret 2026 tercatat di angka 2,89 persen (yoy). Ricky menyebut angka ini merupakan yang terendah di seluruh wilayah Kalimantan, menunjukkan koordinasi tim pengendalian inflasi daerah yang berjalan efektif.

“Volume transaksi QRIS mencapai 16,7 juta transaksi, di mana mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dan kecil. Ini menunjukkan ekosistem pembayaran digital terus tumbuh kuat,” jelas Ricky.

Hingga saat ini, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat telah menyentuh angka 501 ribu dengan total pengguna mencapai lebih dari 804 ribu orang. Digitalisasi ini diharapkan mempermudah akses keuangan bagi pelaku usaha kecil di pelosok daerah.

Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kalbar Erlina, Konsul Jenderal Malaysia di Pontianak Azizul Zekri, Anggota DPD RI Erlinawati, serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Reporter: Zainul Arifin
Back to top