BMKG Kalbar Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di 14 Wilayah

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 15:41:01 WIB

PONTIANAK — Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Kalimantan Barat selama tiga hari ke depan, 4–6 Mei 2026. Seluruh wilayah di provinsi ini masuk dalam kategori waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Peringatan terbaru yang diperbarui pada Senin (4/5) pukul 08.01 WIB ini menyoroti risiko dampak hidrometeorologi. Meski curah hujan diprediksi tinggi, data BMKG menunjukkan potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat berada pada level nihil selama periode tersebut.

Daftar Wilayah Terdampak Hujan Lebat pada 4–5 Mei

Pada Senin (4/5), BMKG memetakan 12 wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.

Kondisi ini diperkirakan terus berlanjut hingga Selasa (5/5). Namun, cakupan wilayah terdampak sedikit mengalami perubahan dengan absennya Kabupaten Sambas dari daftar risiko tinggi pada hari kedua tersebut, sementara 11 wilayah lainnya tetap bertahan dalam status waspada.

Konsentrasi awan konvektif diprediksi masih cukup masif di wilayah timur dan tengah Kalimantan Barat. Hal ini memicu durasi hujan yang lebih lama dibandingkan wilayah pesisir pada awal pekan ini.

Puncak Cuaca Ekstrem Meluas ke Seluruh Kalimantan Barat

Memasuki Rabu (6/5), intensitas hujan diprediksi meluas ke seluruh titik di Kalimantan Barat tanpa terkecuali. Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah, yang sebelumnya terpantau relatif aman pada dua hari pertama, kini masuk dalam zona waspada hujan lebat disertai petir.

Total terdapat 14 kabupaten dan kota yang harus meningkatkan kesiapsiagaan pada tengah pekan tersebut. BMKG mengimbau warga di daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan rendah untuk memantau kenaikan debit air secara berkala guna mengantisipasi banjir kiriman.

"Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai petir," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (4/5).

Memahami Kategori Waspada dan Risiko Lingkungan

BMKG mengklasifikasikan peringatan cuaca ke dalam tiga tingkatan, yakni waspada untuk hujan sedang-lebat, siaga untuk hujan lebat-sangat lebat, dan awas untuk kondisi ekstrem. Untuk periode 4–6 Mei 2026, mayoritas wilayah Kalimantan Barat berada pada level waspada.

Fokus utama kewaspadaan kali ini terletak pada dampak genangan air di area perkotaan dan potensi banjir lokal di wilayah dengan drainase buruk. Karena potensi angin kencang dinyatakan nihil, ancaman utama sisa cuaca ekstrem ini adalah sambaran petir dan jarak pandang yang menurun drastis saat hujan lebat.

Warga yang tinggal di daerah perbukitan juga diminta tetap siaga. Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama dapat memicu kejenuhan tanah yang meningkatkan risiko longsor skala kecil.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Pastikan pula perangkat elektronik terlindungi dari risiko lonjakan arus akibat sambaran petir yang diprediksi akan menyertai hujan di sore dan malam hari.

Reporter: Redaksi
Back to top