Kalbar Alokasikan Rp1,2 Triliun untuk Internet Gratis Sekolah

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:57:40 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk internet gratis di sekolah.

Pontianak — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan alokasi dana pendidikan di APBD tidak akan berkurang dari ketentuan minimum 20 persen. Dari total anggaran daerah sekitar Rp6 triliun, pemerintah akan mengalokasikan minimal Rp1,2 triliun khusus untuk sektor pendidikan. Komitmen ini dinyatakan langsung pada Jumat (1/5/2026) untuk menjawab disparitas akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Dana yang dialokasikan difokuskan pada dua pilar utama: peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah. Program ini mengacu pada kesadaran pemerintah bahwa era digital menuntut setiap satuan pendidikan memiliki konektivitas internet yang stabil, terlepas dari lokasi geografisnya.

Digitalisasi Pendidikan Masuk Desa Terpencil

Pemerintah Kalbar meluncurkan program internet gratis untuk seluruh sekolah sebagai respons kebutuhan digital dalam pembelajaran modern. Norsan menjelaskan inisiatif ini mencakup sekolah di wilayah urban dan rural tanpa diskriminasi.

"Beberapa sekolah di kota sudah kita mulai, seperti SMA 1 yang sudah mendapatkan fasilitas internet gratis," ujar Norsan. Langkah awal ini menjadi template untuk ekspansi ke daerah pedalaman yang selama ini terisolasi dari infrastruktur digital.

Target Pemerataan hingga Sekolah Pedalaman

Norsan menekankan bahwa program tidak hanya berfokus pada pusat kota. Sekolah-sekolah di wilayah pedalaman Kalimantan Barat akan menerima perlakuan prioritas yang sama. Dengan cakupan geografis yang luas dan infrastruktur yang masih tersebar, pemerintah menetapkan roadmap bertahap untuk memastikan kontinuitas layanan.

Target pemerataan ini bertujuan agar seluruh pelajar di Kalbar memperoleh akses pendidikan yang setara tanpa hambatan geografis atau ekonomi. Disparitas akses digital diakui sebagai faktor penghambat mobilitas sosial dan kualitas output pendidikan di wilayah terpencil.

Harapan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Merata

Dengan ketersediaan internet gratis di sekolah, pemerintah mengharapkan peningkatan kualitas pembelajaran dapat dicapai secara holistik. Akses ke sumber belajar digital, platform pembelajaran interaktif, dan riset online menjadi lebih terjangkau bagi siswa di wilayah pinggiran.

Norsan percaya bahwa pemerataan fasilitas ini akan mengurangi kesenjangan prestasi akademik antara siswa perkotaan dan perdesaan. Investasi infrastruktur digital dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Kalimantan Barat di tingkat nasional dan global.

Reporter: Hendra Setiawan
Back to top