Kubu Raya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat melanjutkan komitmen pemerataan akses listrik ke wilayah terpencil. Pada Kamis (30/4), pembangunan jaringan listrik desa di Dusun Karya Sejati, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, resmi disaksikan oleh pengawas dari tingkat pusat sekaligus mendapat dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Franciscus Maria Agustinus Sibarani, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, melakukan kunjungan kerja untuk memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Sibarani didampingi oleh Manajer PLN UP3 Mempawah Abdul Aziz beserta jajaran PLN lainnya.
Dialog dengan masyarakat berlangsung di Sekolah Dasar Negeri 22 Kuala Mandor A sebagai bagian dari penyerapan aspirasi dan evaluasi langsung di lapangan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memahami kebutuhan warga dan mengidentifikasi tantangan pembangunan kelistrikan di daerah yang masih terisolasi.
Pada kesempatan yang sama, PLN meluncurkan program Light Up The Dream (LUTD), inisiatif yang bersumber dari donasi pegawai PLN. Program ini merupakan wujud kepedulian sosial dalam membantu masyarakat prasejahtera dan fasilitas umum memperoleh akses listrik.
Tiga lokasi mendapat sambungan listrik gratis melalui program tersebut: SD Negeri 22 Kuala Mandor A, Puskesmas Pembantu Kuala Mandor A, dan tiga rumah warga di Dusun Karya Sejati. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus memberdayakan ekonomi rumah tangga warga setempat.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat Maria G. I. Gunawan menjelaskan bahwa pembangunan listrik desa di wilayah Kubu Raya menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks. Meskipun demikian, PLN tetap berkomitmen menuntaskan proyek hingga ke wilayah paling terpencil sekalipun.
Di Dusun Karya Sejati, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,440 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6,01 kilometer sirkuit, dilengkapi satu unit gardu distribusi berkapasitas 100 kVA. Investasi infrastruktur ini kini telah memberikan akses listrik kepada 84 pelanggan di daerah tersebut.
Kepala Desa Kuala Mandor A Munawir mengapresiasi hadirnya listrik PLN setelah masyarakat bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik formal. Sebelumnya, warga mengandalkan pelita dan genset dengan biaya operasional yang signifikan setiap bulannya.
Kehadiran listrik bukan sekadar memberikan penerangan, tetapi menjadi katalis untuk peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. Akses listrik memungkinkan warga menjalankan aktivitas ekonomi produktif, anak-anak dapat belajar lebih baik di malam hari, dan fasilitas kesehatan dapat beroperasi dengan lebih optimal.
Sibarani menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan energi yang berkeadilan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Hasil kunjungan ini akan dilaporkan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan elektrifikasi nasional.
Selain pembangunan infrastruktur, PLN juga melakukan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan dan memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kelistrikan. Melalui pendekatan holistik ini, PLN berupaya menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan sambil memperkuat peran dalam mendukung pembangunan nasional hingga ke pelosok negeri.