Pencarian

Gamer Fortnite Ditangkap FBI Usai Ancaman di Voice Chat

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:51:31 WIB
Gamer Fortnite Ditangkap FBI Usai Ancaman di Voice Chat
Pemain Fortnite asal Alabama, Edward Lee Firth, ditangkap FBI setelah ucapannya di voice chat dilaporkan Epic Games.

KALIMANTAN BARAT — Seorang pemain Fortnite asal Alabama, Edward Lee Firth, ditangkap FBI setelah ucapannya di fitur voice chat dilaporkan Epic Games ke otoritas federal. Epic menyerahkan data akun bernama WagesOfNinja secara sukarela pada 20 September 2026, yang mengarah pada penelusuran lebih dari 1.700 akses dari alamat IP di Alabama. Kasus ini menyoroti bagaimana platform game kini aktif melaporkan konten berbahaya ke penegak hukum.

Dakwaan terhadap Firth diajukan pada 23 September atas tuduhan komunikasi ancaman antar negara bagian. Ia mengajukan pembelaan tidak bersalah pada hari berikutnya, lalu dikenai perintah penahanan pada 29 September yang mengirimnya ke fasilitas pemasyarakatan sambil menunggu persidangan.

Persidangan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026. Surat pernyataan resmi federal yang terbit Rabu (7/10/2026) tidak merinci bagaimana Epic Games pertama kali memperoleh rekaman suara tersebut.

Isi Ancaman yang Dilaporkan ke FBI

Menurut dokumen resmi federal, Firth diduga melontarkan kalimat: "Mari kita lihat apakah FBI akan datang ke rumah saya karena saya juga akan menembak bajingan-bajingan itu". Ucapan itu terekam melalui fitur voice chat Fortnite yang ia gunakan.

Ancaman tersebut tidak berhenti pada FBI. Firth juga diduga berbicara tentang keinginannya membunuh seseorang, serta berpotensi membunuh petugas polisi dan dirinya sendiri jika nantinya ditangkap.

Seorang agen FBI mengaku telah meninjau rekaman audio yang diberikan Epic Games kepada tim penyelidik. Agen tersebut mengonfirmasi bahwa ucapan yang dikutip dalam surat pernyataan telah ditranskripsikan secara akurat.

Bagaimana Epic Games Melacak Akun WagesOfNinja

Epic Games melakukan pengungkapan darurat secara sukarela kepada FBI pada 20 September 2026. Perusahaan menyerahkan informasi akun pemain Fortnite beserta nickname yang digunakan, WagesOfNinja.

Tim penyelidik kemudian menelusuri catatan yang tersedia untuk menghubungkan akun tersebut dengan Firth. Dari penelusuran itu terungkap bahwa akun WagesOfNinja telah diakses lebih dari 1.700 kali dari alamat IP yang berlokasi di Alabama.

Fitur Perekaman Suara Fortnite Jadi Kunci

Sistem pelaporan suara Fortnite merekam lima menit terakhir percakapan di perangkat pemain saat fitur tersebut diaktifkan. Mekanisme inilah yang memungkinkan Epic menyimpan bukti audio sebelum melaporkannya ke otoritas.

Surat pernyataan resmi tidak menjelaskan secara pasti bagaimana Epic pertama kali memperoleh rekaman tersebut. Namun keberadaan sistem perekaman ini menunjukkan platform game memiliki kemampuan teknis untuk memantau dan menyimpan konten voice chat penggunanya.

Implikasi bagi Pengguna Platform Game

Kasus Firth memperlihatkan bahwa ucapan di voice chat bukan lagi ruang privat yang bebas dari konsekuensi hukum. Platform seperti Epic Games memiliki kewenangan dan sistem teknis untuk merekam, menyimpan, dan menyerahkan konten tersebut ke penegak hukum.

Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat fitur voice chat juga tersedia di berbagai game populer. Regulasi UU PDP dan aturan Kominfo soal pelindungan data pribadi mengatur bagaimana platform boleh memproses data pengguna, termasuk rekaman suara.

Firth kini ditahan di fasilitas pemasyarakatan Alabama sambil menunggu persidangan Desember 2026. Kasus ini menjadi preseden bagaimana kolaborasi antara platform game dan FBI dapat berujung pada penuntutan pidana.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks