PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat realisasi Bantuan Presiden untuk penanganan karhutla baru mencapai Rp13.160.660.413. Angka itu setara 32,90 persen dari pagu Rp40 miliar yang diterima pemprov. Sisa anggaran yang belum terserap mencapai Rp26.839.339.587.
Penyerapan dana dilakukan bertahap mengikuti pengajuan Rencana Kebutuhan Belanja dari perangkat daerah dan instansi yang terlibat di lapangan. Setiap pencairan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan karhutla serta ketentuan yang berlaku.
Ke Mana Rp13,16 Miliar Itu Mengalir
Anggaran yang sudah dicairkan dipakai untuk tiga bidang utama: pemadaman karhutla, perlindungan masyarakat, dan pemulihan ekosistem. Pada aspek pemadaman, dana mendukung operasi darat, metode suntik gambut, penyediaan bahan bakar minyak, logistik, konsumsi, serta mobilisasi tim sebesar Rp210.758.177.
Pengadaan sarana dan prasarana pemadaman menyerap Rp442.379.340. Sementara insentif pemadaman mencapai Rp977.085.000, dan dukungan logistik kepada Masyarakat Peduli Api serta relawan tercatat Rp500 ribu. Dukungan penyaluran air bersih sebesar Rp217.146.
Posko Pengungsian hingga Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap
Untuk perlindungan masyarakat, Rp540 juta dialokasikan bagi operasional posko pengungsian, distribusi logistik, dan evakuasi warga. Anggaran sebesar Rp898.720.750 dipakai untuk bantuan kesehatan, masker, vitamin, obat-obatan, dan oksigen bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut asap.
Adapun anggaran untuk pemulihan ekosistem lahan gambut bekas terbakar belum ada realisasi pencairan hingga periode pelaporan.
BPBD hingga Lanud Terlibat dalam Pencairan
Pencairan anggaran melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, dan Dinas Perkim. Dukungan juga datang dari unsur Kodam, Polda, dan Lanud melalui koordinasi bersama BPBD.
Penanganan karhutla di provinsi ini melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat Peduli Api. Kolaborasi tersebut diperkuat untuk mengendalikan kebakaran sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap lingkungan dan kesehatan warga.
Total Bantuan Presiden untuk Kalbar Capai Rp205 Miliar
Selain alokasi untuk pemprov, bantuan serupa juga mengalir ke sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Berdasarkan Laporan Realisasi Penanganan Karhutla Kementerian Dalam Negeri per Jumat, 2 Oktober 2026, total Bantuan Presiden untuk pemerintah daerah di Kalbar mencapai Rp205 miliar.
Dari jumlah itu, realisasi penanganan karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota tercatat Rp36.005.301.431 atau sekitar 17,56 persen. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.