Pencarian

Gempa M 6,7 Guncang Palu, Kantor Bupati Sigi dan Auditorium Untad Dilaporkan Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 • 14:56:01 WIB
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Kantor Bupati Sigi dan Auditorium Untad Dilaporkan Rusak
Gempa berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Palu, menyebabkan kerusakan pada kantor Bupati Sigi dan Auditorium Untad.

KALIMANTAN BARAT — Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers yang dipantau secara daring, Selasa (16/6). Laporan itu merupakan kompilasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang masuk hingga pukul 12.00 Wita.

“Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi,” ujar Rahayu.

Kerusakan Meluas ke Hotel dan Pusat Perbelanjaan

Selain kantor pemerintahan dan fasilitas pendidikan, gempa juga berdampak pada sejumlah hotel dan tempat usaha di Kota Palu. Rahayu merinci, kerusakan terjadi di Hotel Santika, Hotel Best Western, dan Toko Star Kitchen. Sebuah kafe di pusat kota juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dampak gempa lebih banyak berupa kerusakan ringan pada rumah-rumah warga. Hingga berita ini diturunkan, BPBD setempat masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah pasti bangunan yang terdampak.

BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala BMKG, Wijayanto, memastikan gempa tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pihaknya telah memantau data dari sejumlah stasiun pasang surut di sekitar sumber gempa sebagai langkah antisipasi.

“Kita juga memantau beberapa stasiun pasang surut yang berada di sekitar wilayah sumber gempa. Pertama di wilayah Parigi kita tidak mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di Poso,” kata Wijayanto.

Meski demikian, BMKG mencatat adanya sedikit anomali kenaikan muka air laut di Pelabuhan Pantoloan setinggi 7,5 centimeter. Namun, kenaikan itu dinilai sangat kecil dan tidak membahayakan.

“Cuma ada sedikit di Pelabuhan Pantoloan ada sedikit kenaikan sekitar 7,5 centimeter. Jadi sangat sekecil sekali. Jadi kita pastikan bahwa ini bukan lubang yang berbahaya,” tegas Wijayanto.

Imbauan agar Warga Tetap Tenang

Wijayanto mengimbau masyarakat di wilayah Palu dan sekitarnya untuk tidak panik secara berlebihan. Ia meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu mengambil tindakan berdasarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Gempa M 6,7 yang berpusat di darat ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Sulawesi Tengah terhadap aktivitas seismik. BMKG terus memutakhirkan data dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan respons cepat terhadap dampak yang mungkin muncul.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks