NGABANG — Sebanyak 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Landak menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak. Acara yang berlangsung di Rumah Radakng Aya’, Ngabang, itu menjadi ajang konsolidasi mesin partai di tengah dinamika politik nasional pasca-Pemilu 2024.
PDI Perjuangan Pilih Jalan di Luar Pemerintahan Pusat
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalbar, Karolin Margret Natasa, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menyampaikan situasi politik terkini partainya. Ia mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan memutuskan untuk tidak bergabung dalam jajaran pemerintahan pusat meskipun telah ditawari.
“Hari ini, situasi kita, sendirian. PDI Perjuangan itu di tingkat pusat, sendirian. Tidak ada ikut dalam pemerintahan. Ditawari, tapi kita memilih untuk tidak masuk dalam jajaran pemerintahan,” tegas Karolin di hadapan ratusan kader.
Landak sebagai Basis Kuat dan Target Operasi
Bupati Landak dua periode itu juga menyoroti posisi Kabupaten Landak sebagai basis kuat partai berlambang banteng. Menurutnya, dominasi tersebut justru membawa risiko tersendiri bagi kader di daerah.
“Salah satu risiko menjadi kandang banteng adalah menjadi daerah target operasi. Karena kita warnanya terlalu jelas, jenis kelaminnya terlalu jelas, akhirnya dari atas, tengah, samping itu meneropong kita juga dengan jelas,” ungkapnya.
Anggaran Terbatas, Kader Diminta Gotong Royong
Di tengah situasi tersebut, Karolin juga menyoroti dampak pemotongan dana transfer daerah dari pusat yang membuat anggaran daerah terbatas. Ia meminta para kader tidak gentar dan tetap turun tangan membantu masyarakat.
“Jadi Bapak Ibu perlu menyadari, mengetahui, bahwa hari ini memang kita di daerah dibuat tidak berdaya karena kita tidak diberikan anggaran yang cukup sesuai dengan undang-undang perimbangan pusat dan daerah. Tapi juga negara memang sedang mengalami krisis. Apa boleh buat? Kalau saya bahasanya, badai pasti berlalu. Pasti semua ini akan berakhir dan kita tetap akan menjadi pemenangnya,” ucap Karolin memberikan semangat.
Soliditas Kunci Hadapi Pemilu 2029
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Landak, Herculanus Heriadi, meminta seluruh struktur partai mulai merapatkan barisan. Ia menekankan pentingnya soliditas untuk menyongsong kontestasi politik selanjutnya.
“Karena Pemilu masih jauh juga, tapi kita harus sudah siap, 2029. Untuk itu saya minta kepada kita semua, kita tetap kompak, kita tetap solid, apalagi di Kabupaten Landak ini pemerintahnya adalah orang dari kader-kader kita,” ujar Heriadi.
Hanya Dua Kabupaten di Kalbar yang Gelar Musancab
Heriadi juga mengungkapkan bahwa dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, hanya Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau yang memenuhi syarat menggelar Musancab. Syarat tersebut adalah perolehan kursi di atas 20 persen pada pemilu legislatif lalu.
“Dari 14 kabupaten kota, 12 tidak mengadakan Musancab karena apa? Karena mereka tidak mencapai 20 persen kursi. Jadi yang mencapai lebih dari 20 persen kursi adalah Kabupaten Landak dengan Kabupaten Sanggau,” tutup Heriadi.