KALIMANTAN BARAT — Prasetyo tidak merinci posisi yang akan diemban Said Iqbal jika resmi dilantik. Ia hanya menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan panjang tokoh yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Buruh itu.
"Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Berhubungan dengan kiprah beliau," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Isyarat Pelantikan di Awal Pekan
Ketika awak media terus mendesak soal kepastian waktu dan posisi, Prasetyo memilih bungkam. "Tunggu informasi," ujarnya singkat. Ia kemudian membuka peluang bahwa pelantikan akan digelar pada Senin pekan depan, merujuk pada agenda internal yang mulai terlihat di lingkungan istana.
Isyarat ini muncul di tengah proses reshuffle atau perombakan kabinet yang kerap menjadi spekulasi politik. Masuknya figur dari kalangan buruh dinilai sebagai langkah untuk memperkuat representasi kelompok pekerja dalam pemerintahan.
Said Iqbal Serahkan ke Presiden
Said Iqbal yang dihubungi terpisah enggan memberikan konfirmasi. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi kabinet.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya," kata Said kepada wartawan, Kamis malam.
Pernyataan serupa disampaikan oleh sejumlah kader Partai Buruh yang enggan berspekulasi lebih jauh. Mereka menunggu pengumuman resmi dari Sekretariat Negara sebagai satu-satunya sumber yang sah.
Konteks Politik dan Representasi Buruh
Jika terkonfirmasi, langkah ini menjadi preseden baru. Tokoh buruh dengan basis massa serikat pekerja belum pernah menduduki jabatan menteri secara langsung dalam kabinet sebelumnya. Said Iqbal dikenal sebagai salah satu penggerak aksi buruh nasional dan kerap menjadi juru bicara dalam isu upah minimum serta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sejumlah pengamat politik menilai masuknya Said bisa menjadi strategi pemerintah untuk meredam potensi gejolak buruh di tengah tekanan ekonomi. Namun, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai hal ini selain isyarat yang disampaikan Prasetyo.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal pelantikan maupun posisi yang akan diisi Said Iqbal.