Pencarian

50% Pengguna Benci Aplikasi Google Health yang Baru, Fitur AI Justru Bikin Ribet

Sabtu, 30 Mei 2026 • 18:23:01 WIB
50% Pengguna Benci Aplikasi Google Health yang Baru, Fitur AI Justru Bikin Ribet
Pengguna mengeluhkan kesulitan mengakses data dasar setelah migrasi Fitbit ke Google Health.

KALIMANTAN BARAT — Transformasi aplikasi Fitbit menjadi Google Health yang berlangsung lebih dari sepekan lalu ternyata menuai respons negatif dari pengguna setia. Alih-alih menyederhanakan akses data kesehatan, pendekatan baru yang mengedepankan kecerdasan buatan (AI) justru dianggap memperumit navigasi dan menyembunyikan metrik dasar.

Data Kesehatan Kini Sulit Ditemukan

Keluhan paling umum yang muncul adalah sulitnya menemukan informasi dasar seperti jumlah langkah harian. Seorang pengguna bernama stuartgiles mengaku butuh waktu lebih lama untuk mengakses metrik paling sederhana di aplikasi tersebut. Ia mencontohkan, data langkah kemarin yang dulu mudah dilihat, kini seperti "misi mustahil" untuk ditemukan.

Pengguna lain, omrose.farmer, bahkan menyatakan kebenciannya terhadap aplikasi baru ini mendorongnya untuk beralih ke Apple Watch. "Tidak ada yang intuitif, dan saya tidak bisa dengan mudah meninjau tren data saya," tulisnya dalam kolom komentar.

AI yang Memaksa, Bukan Membantu

Salah satu perubahan paling kontroversial adalah kehadiran AI coach yang terus-menerus muncul di layar utama. craigalanfowler, peserta uji coba publik aplikasi ini, mengkritik pendekatan tersebut. Ia menilai AI akan lebih berguna jika bisa dipanggil sesuai kebutuhan, bukan dipaksakan di setiap sesi penggunaan.

"Saya menggunakan AI di banyak aspek kehidupan, tetapi untuk kesehatan harian, saya hanya ingin melihat data dan grafik. Teks AI yang bertele-tele umumnya tidak membantu dan hanya membuat aplikasi sulit digunakan," ujarnya. craigalanfowler juga menyoroti bahwa variabel kesehatan harian seseorang jauh lebih kompleks dari yang diketahui Google, sehingga saran AI yang spekulatif seringkali tidak relevan.

Hanya 23% Pengguna yang Puas

Data jajak pendapat mengonfirmasi kekecewaan massal ini. Dari total 1.500 responden, hanya 23% yang menilai aplikasi baru tampak bagus dan berfungsi dengan baik. Sebanyak 5% lainnya justru menyukai cara kerjanya tetapi tidak menyukai tampilannya. Sementara itu, 13% responden menyatakan tidak peduli, dan 9% lainnya belum menerima pembaruan aplikasi tersebut.

Banyak pengguna yang telah menggunakan Fitbit selama bertahun-tahun merasa dikhianati. Mereka menganggap Google telah merusak pengalaman yang sudah terbukti baik hanya demi mengejar tren AI. "Saya sudah memiliki berbagai Fitbit selama lebih dari 6 tahun, tapi mungkin ini saatnya untuk beralih," tulis omrose.farmer.

Apa yang Salah dengan Tata Letak Baru?

Masalah utama lainnya adalah tata letak yang tidak konsisten. Semua statistik dan grafik kini tidak bisa diurutkan, ditempatkan secara tidak merata di dalam aplikasi, dan bahkan sengaja disembunyikan dalam beberapa kasus. Pengguna dipaksa untuk mengedit dan menyematkan bagan secara manual di tab Kesehatan, sebuah proses yang dianggap membuang waktu dan tidak intuitif.

Kritik juga datang dari peserta uji coba publik yang merasa masukan mereka tidak didengar. "Saya memberikan banyak umpan balik yang sesuai dengan artikel ini dan komentar lainnya. Saya rasa tidak ada seorang pun di Google yang mendengarkan," keluh craigalanfowler.

FAQ: Seputar Aplikasi Google Health

Apakah data Fitbit saya akan hilang setelah migrasi ke Google Health?
Tidak. Data historis Anda seharusnya tetap tersimpan dan dapat diakses, meskipun beberapa pengguna melaporkan kesulitan menemukan metrik tertentu di tata letak baru.

Kapan pembaruan aplikasi Google Health akan tersedia di Indonesia?
Google belum merilis jadwal pasti untuk peluncuran global. Namun, mengingat reaksi negatif yang masif, kemungkinan akan ada perbaikan sebelum dirilis secara luas di pasar seperti Indonesia.

Bagikan
Sumber: androidauthority.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks