PONTIANAK — Angka partisipasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kalimantan Barat masih jauh dari harapan. Hingga April 2026, realisasi program baru menyentuh 2,6 persen, sementara target nasional yang ditetapkan mencapai 36 persen. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mengambil langkah percepatan secara lebih masif.
Deteksi Dini 120 ASN Jadi Pilot Project
Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Kalbar menyasar 120 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, mengakui capaian yang masih rendah menjadi perhatian serius. Ia menegaskan bahwa program CKG harus terus didorong agar layanan deteksi dini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Capaian kita saat ini masih berada di angka 2,6 persen dan masih jauh dari target nasional. Karena itu, program CKG terus kami dorong agar layanan deteksi dini kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Anggaran Rp 2,33 Miliar untuk Operasional dan BMHP
Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemprov Kalbar telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,33 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk operasional kegiatan serta penyediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Program CKG mencakup berbagai layanan pemeriksaan penting. Mulai dari deteksi dini hipertensi, diabetes, kanker payudara, kanker serviks, hingga pemeriksaan kesehatan indera, gigi dan mulut, serta deteksi dini thalasemia.
Mengapa Deteksi Dini Jadi Kunci?
Menurut Erna, program CKG memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan deteksi dini, berbagai penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga risiko komplikasi dan tingkat keparahan penyakit bisa ditekan.
Pemprov Kalbar menilai peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Karena itu, program CKG akan terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Pemerintah daerah berharap melalui penguatan program ini, masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih merata tanpa terkendala wilayah maupun keterbatasan layanan. Selain itu, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.