PONTIANAK — PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Kalimantan Barat baru-baru ini menjadi tempat belajar bagi PT Nusa Kelola Karya (NKA) dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Kunjungan benchmarking itu berfokus pada model Musyawarah Pemberdayaan Masyarakat (Muspemmas) yang dinilai efektif membangun sinergi antara perusahaan dan desa-desa sekitar tambang.
Mengapa Program Muspemmas Jadi Rujukan?
Program Muspemmas yang dijalankan Antam Kalbar tidak sekadar memberikan bantuan, melainkan mendorong partisipasi aktif warga dalam merencanakan dan mengelola program pemberdayaan. Pendekatan ini memastikan setiap program tepat sasaran dan berkelanjutan karena langsung dirancang berdasarkan kebutuhan desa.
“Kami melihat langsung bagaimana Antam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Ini yang ingin kami adaptasi,” ujar perwakilan PT NKA dalam sesi diskusi.
Apa Saja yang Dipelajari PT NKA?
Dalam kunjungan tersebut, tim PT NKA menggali detail mekanisme Muspemmas, mulai dari tahapan musyawarah desa, penentuan prioritas program, hingga sistem monitoring dan evaluasi. Mereka juga mempelajari bagaimana Antam mengintegrasikan program pemberdayaan dengan kegiatan operasional perusahaan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama adalah tata kelola dana program dan cara membangun kemitraan dengan pemerintah desa. Antam dinilai berhasil menciptakan model kolaborasi yang transparan dan akuntabel.
Dampak bagi Masyarakat Sekitar Tambang
Program pemberdayaan yang terstruktur berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. Beberapa desa binaan Antam Kalbar tercatat berhasil mengembangkan usaha produktif, seperti kerajinan lokal dan pengolahan hasil pertanian, yang didukung dari hasil musyawarah program.
Model kolaborasi ini juga memperkuat hubungan industrial antara perusahaan dan komunitas. Konflik lahan dan masalah sosial lainnya bisa diminimalkan karena warga merasa dilibatkan sejak awal perencanaan.
Langkah Selanjutnya: Adopsi ke Daerah Lain
PT NKA berencana mengadopsi kerangka Muspemmas untuk diterapkan di wilayah operasionalnya. Kunjungan benchmarking ini menjadi langkah awal untuk menyusun program serupa yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Antam sendiri berkomitmen terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Keberhasilan di Kalbar diharapkan bisa direplikasi di unit bisnis lainnya.