Teknologi DM yang diusung BYD M6 Cross PHEV bukan sekadar tempelan. Sistem ini menjadikan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, sementara mesin bensin berperan sebagai pendukung yang menghasilkan listrik tambahan saat dibutuhkan. Hasilnya, mobil bisa melaju tanpa setetes bensin di perkotaan, namun tetap memiliki cadangan tenaga untuk perjalanan lintas kota tanpa khawatir kehabisan baterai.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan teknologi ini sudah teruji di lebih dari 7,5 juta kendaraan di seluruh dunia. “Kendaraan ini memberikan fleksibilitas, kenyamanan, dan menghilangkan kekhawatiran terhadap jarak tempuh,” ujar Zhao dalam acara peluncuran di kawasan PIK, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Dimensi Tak Berubah, Harga Masih Misteri
Secara fisik, BYD M6 Cross PHEV masih mempertahankan ukuran bodi pendahulunya. Panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm dengan jarak sumbu roda 2.785 mm menjadikannya MPV yang cukup lega untuk tujuh penumpang.
Meski sudah diperkenalkan secara resmi, BYD masih bungkam soal harga dan jadwal pemesanan untuk pasar Indonesia. Konsumen yang penasaran sudah bisa mencoba langsung kendaraan ini di dealer resmi BYD mulai Selasa (19/5/2026).
Relevan di Tengah Kenaikan BBM?
Peluncuran BYD M6 Cross PHEV ini dinilai tepat waktu. Dalam siaran persnya, Zhao secara eksplisit mengaitkan kehadiran mobil ini dengan kondisi kenaikan harga BBM yang sedang melanda. “Banyak konsumen kini mencari kendaraan yang efisien, nyaman, dan aman dengan dukungan fitur serta teknologi modern,” katanya.
Pertanyaannya, apakah harga jual BYD M6 Cross PHEV nantinya akan cukup kompetitif untuk bersaing dengan MPV hybrid dan listrik lain di kelasnya? Publik masih menunggu kepastian dari pabrikan asal China tersebut.