Pemerintah Kabupaten Kubu Raya merevitalisasi Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Pasar Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, untuk menghidupkan aset daerah sekaligus membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM. Penataan kawasan tersebut telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026 dan ditargetkan mulai dikerjakan Oktober. Bupati Kubu Raya Sujiwo menargetkan seluruh penataan selesai akhir Desember 2026 agar Pujasera bisa beroperasi menjelang Natal dan Tahun Baru.
PONTIANAK — Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau langsung kawasan Pasar Kakap dan memastikan penataan Pujasera masuk dalam APBD Perubahan 2026. Pengerjaan ditargetkan mulai Oktober, dengan fokus awal pada penataan kawasan sebelum pembangunan kios menyusul.
Pujasera diprioritaskan karena dinilai punya potensi besar menggerakkan UMKM setempat. Pemerintah daerah juga melihat aktivitas parkir di kawasan itu sebagai sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sujiwo menjelaskan pembangunan kios secara keseluruhan belum bisa dilakukan tahun ini karena keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah memilih menuntaskan penataan Pujasera lebih dulu, sementara pembangunan kios dan pelataran di sisi kanan dan kiri dilanjutkan tahun berikutnya.
"Kenapa harus fokus ke Pujasera dulu? Pertama, supaya terjadi pemberdayaan UMKM. Yang kedua, parkir-parkir ini bisa menjadi pemasukan desa maupun pemerintah kabupaten," ujarnya.
Potensi ekonomi kawasan itu terlihat dari aktivitas parkir. Setidaknya 80 sepeda motor parkir inap hampir setiap malam, di luar kendaraan yang menggunakan area parkir umum.
Setelah ditata, Pujasera akan dilengkapi area meja dan kursi. Pengunjung bisa membeli makanan dari tenan UMKM dan menikmati jajanan di kawasan tersebut. Pemerintah juga menyiapkan ruang untuk kegiatan kreatif masyarakat.
"Setiap malam minggu kita beri hiburan. Bisa menjadi panggung kreasi anak-anak muda, seni tradisional, tari-tarian, pencak silat, maupun live music," kata Sujiwo.
Penataan Pasar Kakap ke depan akan terintegrasi dengan fasilitas lain, seperti taman, rencana aktivitas susur sungai, penerangan, dan kebersihan kawasan. Sujiwo menyebut Kecamatan Sungai Kakap menjadi satu-satunya kecamatan yang belum memiliki ruang publik.
"Yang tidak kalah penting, Kecamatan Sungai Kakap ini satu-satunya kecamatan yang belum mempunyai ruang publik. Maka di sinilah ruang publiknya," katanya.
Sujiwo menargetkan seluruh penataan Pujasera selesai pada akhir Desember 2026. Ia meminta Sekda dan perangkat daerah terkait berkolaborasi agar target itu tidak meleset.
"Target saya sebagai Bupati, Pujasera ini di akhir bulan Desember harus sudah operasional. Saya minta Sekda dan perangkat daerah terkait untuk berkolaborasi," tegasnya.
Perangkat daerah, kecamatan, dan pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dan mengeksekusi anggaran yang telah tersedia. Sujiwo meyakini peningkatan kunjungan masyarakat akan berdampak langsung ke pelaku UMKM karena aktivitas konsumsi menggerakkan perputaran ekonomi di kawasan Pasar Kakap.
Ia berharap revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemberdayaan pemerintah desa, pemuda, dan pelaku UMKM disebut menjadi lanjutan yang menentukan agar aset daerah memberi manfaat ekonomi dan sosial berkelanjutan.
"Ini aset pemerintah kabupaten, dibangun menggunakan uang rakyat dan uang negara. Ketika kita sudah mengeluarkan anggaran, tidak boleh terhenti. Tujuan kita adalah agar aset-aset yang terbengkalai bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.