KALIMANTAN BARAT — PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mendirikan anak usaha baru di bidang pelayaran, PT Samudra Usaha Lestari (SUL), dengan modal ditempatkan dan disetor penuh Rp12,5 miliar. Perseroan menguasai 99,99% saham SUL, setara penyertaan modal Rp12,499 miliar. Langkah ini menyusul fasilitas pinjaman berjangka yang diperoleh SOCI melalui anak usahanya, Eternity Ocean Maritim Ltd, dari Bank Mandiri cabang Singapura pada Agustus 2026.
Direktur SOCI Paula Marlina menyatakan pendirian entitas baru tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan. Pernyataan itu disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/10/2026).
Dengan komposisi kepemilikan 99,99%, SOCI menjadi pemegang saham mayoritas SUL. Sisa 0,01% saham dimiliki pihak lain yang tidak dirinci dalam keterbukaan informasi tersebut.
Modal ditempatkan dan disetor penuh SUL tercatat Rp12,5 miliar. Dari jumlah itu, SOCI menyetor Rp12,499 miliar sebagai penyertaan modal, sementara sisanya berasal dari pemegang saham minoritas.
Struktur ini menempatkan SUL sebagai entitas yang dikendalikan penuh oleh SOCI dalam laporan konsolidasi keuangan perseroan. Pendirian anak usaha di sektor pelayaran ini memperluas cakupan operasional grup di segmen yang sama dengan bisnis inti induknya.
Manajemen SOCI menyebut pembentukan SUL bertujuan mendukung kegiatan usaha perseroan di bidang pelayaran. Entitas baru ini juga diproyeksikan memperkuat operasional segmen pelayaran yang selama ini menjadi lini bisnis utama SOCI.
Langkah ekspansi ini bukan yang pertama bagi perseroan. Sebelumnya, SOCI melalui anak usahanya, Eternity Ocean Maritim Ltd (EOM), memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) cabang Singapura pada Agustus 2026.
Fasilitas pinjaman tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan yang menopang rencana ekspansi armada dan operasional pelayaran grup. SOCI bergerak di bidang penyediaan jasa angkutan laut, termasuk pengangkutan minyak dan gas, bahan kimia, serta kargo curah.
Dalam keterbukaan informasinya, manajemen menegaskan pendirian SUL tidak mengubah proyeksi kinerja keuangan perseroan secara signifikan. Tidak ada perubahan struktur permodalan SOCI di tingkat induk akibat transaksi ini.
Bagi pemegang saham, pendirian anak usaha dengan modal relatif kecil ini tidak memerlukan persetujuan RUPS. Transaksi penyertaan modal ke entitas baru yang dimiliki hampir seluruhnya oleh perseroan umumnya tidak tergolong transaksi material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Namun, pasar tetap mencermati arah ekspansi SOCI ke depan. Sektor pelayaran nasional masih menghadapi tantangan dari fluktuasi tarif angkut, harga bahan bakar, serta permintaan kargo dari sektor energi dan manufaktur.
Hingga keterbukaan informasi ini dipublikasikan, SOCI belum merinci target pendapatan atau kontribusi SUL terhadap kinerja konsolidasi perseroan. Manajemen juga tidak menyebut jadwal operasional komersial entitas baru tersebut.