JAKARTA — Kepengurusan Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) menyerahkan mandat kepemimpinan wilayah Kalimantan Barat kepada Boy Nanang Wahyudi, SH. Prosesi berlangsung di Sekretariat BPP KAPMI, Jalan Proklamasi, Menteng, dengan dihadiri jajaran inti pengurus pusat. Penyerahan mandat menandai dimulainya konsolidasi pengusaha muda di provinsi yang disebut sebagai gerbang ekonomi perbatasan tersebut.
Hadir mendampingi Ketua Umum Muliansyah Abdurrahman dalam prosesi itu Sekretaris Jenderal Muh. Rojak bersama para Wakil Ketua Umum: Indra, Adi Putra, Sony, dan Ikin. Direktur Eksekutif BPP KAPMI Rusli turut mendampingi bersama sejumlah Ketua BPD lain. Kehadiran jajaran lengkap ini disebut sebagai sinyal keseriusan organisasi membangun Kalbar.
Dalam sambutannya, Muliansyah menegaskan posisi strategis Kalimantan Barat dalam peta ekonomi nasional. Menurut dia, wilayah itu punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sawit hingga tambang. Pengelolaannya dinilai harus melibatkan pengusaha muda lokal, bukan hanya pemain besar dari luar daerah.
"Kalbar adalah gerbang ekonomi perbatasan, kaya SDA, sawit, dan tambang. Tapi pengusahanya harus anak muda lokal. Saya percayakan Boy Nanang Wahyudi untuk membangkitkan ekonomi Kalbar dari tangan pengusaha mudanya sendiri," tegas Ketum Muliansyah.
Mandat yang diterima Boy Nanang Wahyudi disebut bukan sekadar jabatan seremonial. Kepengurusan BPD KAPMI Kalbar diharapkan langsung menyusun program kerja dan menjalankan konsolidasi di tingkat kabupaten dan kota. Fokusnya menyiapkan pengusaha muda lokal agar mampu masuk ke sektor-sektor unggulan daerah.
Kekompakan jajaran DPP yang hadir dalam penyerahan mandat dibaca sebagai bentuk dukungan penuh. Sejumlah Ketua BPD lain yang turut menyaksikan prosesi itu menjadi bagian dari jaringan organisasi di tingkat provinsi.
Penyerahan mandat untuk Kalbar menjadi bagian dari ekspansi BPP KAPMI di wilayah Kalimantan. Organisasi ini menyasar provinsi-provinsi yang dinilai punya potensi ekonomi besar namun belum tergarap maksimal oleh pengusaha muda setempat. Kalbar masuk dalam daftar prioritas karena posisinya berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Dengan struktur kepengurusan yang sudah terbentuk, BPD KAPMI Kalbar kini memiliki dasar untuk bergerak. Langkah berikutnya adalah menyusun agenda konsolidasi dengan pelaku usaha muda di Pontianak dan daerah lain di Kalbar.