KALIMANTAN BARAT — Lenovo Tab Plus Gen 2 bukan tablet yang bisa Anda pegang santai sambil rebahan. Bobot 1,69 pon (sekitar 767 gram) dengan distribusi berat yang menumpuk di bagian speaker membuatnya terasa lebih berat dari angka di spesifikasi. Tapi begitu Anda mendengar suaranya, kompromi itu terasa masuk akal.
Sistem speaker JBL 9-Unit Pro terdiri dari empat tweeter, tiga woofer, dan dua passive radiator. Dua passive radiator terakhir yang bertanggung jawab menghasilkan bass dalam—sesuatu yang hampir tidak pernah Anda dapatkan dari tablet biasa.
Suara langsung terdengar bagus dari kotak, tapi untuk hasil maksimal, masuk ke sub-menu Dolby Atmos di pengaturan suara. Ada tiga preset: Dynamic (menyesuaikan otomatis dengan konten), Movie (surround sound dan dialog lebih jelas), dan Music (audio detail dengan beat punchy). Mode Music punya preset tambahan—Detailed, Balanced, Warm—plus equalizer manual.
Menurut reviewer Tom's Guide yang menguji tablet ini, genre hard rock dan heavy metal yang biasanya terdengar tipis di tablet justru keluar kaya dan bertenaga. Dialog film dan podcast di Movie Mode juga jernih. Klaim "tablet dengan suara terbaik" di sini bukan hiperbola marketing—komponennya memang dirancang khusus untuk itu.
Kickstand built-in menempel langsung di bodi speaker dan bisa diputar 360 derajat searah atau berlawanan jarum jam. Anda bisa mengorientasikan tablet horizontal untuk nonton atau vertikal untuk baca. Mekanismenya halus tapi tetap kokoh di posisi yang dipilih, dan ada sensasi bump kecil saat diputar yang bikin penggunaannya terasa menyenangkan.
Bodi aluminiumnya kokoh, tidak mudah bengkok atau fleksibel. Tombol volume dan power cekung di bagian belakang, mudah dijangkau saat tablet dalam posisi horizontal.
Panel 2560 x 1600 ini bukan OLED, tapi kualitas gambarnya tajam dan warnanya hidup. Refresh rate 120Hz membuat gerakan di trailer film terasa mulus. Hasil lab Tom's Guide menunjukkan angka yang solid:
Warna memang oversaturated, yang menjelaskan kenapa tampilannya terlihat vivid. Akurasi warna (Delta-E 0,25) setara tablet sekelasnya. iPad 11 tetap menang untuk warna natural karena nilai sRGB dan DCI-P3-nya lebih dekat ke target 100%, tapi untuk konsumsi konten hiburan, layar Lenovo ini justru lebih memuaskan.
Dalam tes Tom's Guide (web surfing terus-menerus via Wi-Fi, kecerahan 150 nits), tablet ini bertahan 16 jam di 60Hz dan 13 jam 39 menit di 120Hz. iPad 11 hanya 11 jam 25 menit—selisih hampir empat setengah jam. OnePlus Pad Go 2 sedikit lebih unggul di 16 jam 39 menit.
Masalahnya ada di pengisian daya. Butuh 30 menit hanya untuk mencapai 20%. Anda memang jarang mengisi ulang karena baterainya awet, tapi begitu perlu dicas, Anda harus bersabar.
Ditenagai chip MediaTek Dimensity 7400 dengan RAM 8GB dan storage 128GB, tablet ini menangani tugas dasar seperti scrolling Chrome dan baca Kindle tanpa masalah. Tapi begitu Anda membuka banyak aplikasi atau tab Chrome sekaligus, performanya mulai tersendat.
Untuk pekerjaan dengan 20-30 tab Chrome terbuka, pengalaman tidak akan mulus. Game dengan grafis berat juga sebaiknya dihindari. Tapi selama tablet ini dipakai sesuai peruntukannya—nonton, dengar musik, baca—tidak ada keluhan berarti.
Lenovo Tab Plus Gen 2 adalah tablet yang tahu persis untuk siapa dirinya dibuat. Speaker JBL 9-unit-nya menghasilkan suara yang tidak bisa disaingi tablet lain di kelas harga ini. Layar 2K 120Hz-nya terang dan vivid. Baterainya tahan seharian. Kickstand rotasinya menyelesaikan masalah bobot saat menonton di meja.
Cocok untuk: penikmat film dan musik yang ingin kualitas audio serius dari tablet, pembaca komik digital yang butuh orientasi vertikal, pengguna yang mengutamakan konsumsi konten di atas produktivitas.
Kurang cocok untuk: profesional yang butuh tablet untuk kerja multitasking, gamer yang mengincar game grafis berat, pengguna yang sering memegang tablet sambil berdiri atau berbaring.
Dengan harga USD 399—dan sering didiskon hingga USD 289—tablet ini menawarkan nilai yang sulit ditolak jika kebutuhan Anda sejalan dengan keunggulannya. Tapi kalau Anda butuh tablet serba bisa untuk kerja dan hiburan, iPad 11 tetap pilihan yang lebih aman meski harganya lebih mahal.