Festival Bakcang Singkawang 2026: Lomba Perang Air hingga Tradisi Keluarga yang Kini Jadi Agenda Wisata Tahunan

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 22 Juni 2026 | 16:27:01 WIB
Ribuan pengunjung memadati Festival Bakcang 2026 di kawasan pecinan Kota Singkawang.

SINGKAWANG — Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan pecinan Kota Singkawang saat Festival Bakcang 2026 digelar. Festival ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan perpaduan antara tradisi keluarga etnis Tionghoa yang diwariskan turun-temurun dengan atraksi budaya yang terbuka untuk umum.

Puncak acara diwarnai perang air yang melibatkan peserta dari berbagai komunitas. Mereka saling menyiram menggunakan ember dan pistol air di sepanjang jalan utama, menciptakan suasana meriah yang jarang ditemukan di festival serupa di daerah lain.

Dari Dapur Keluarga ke Panggung Publik

Festival Bakcang berawal dari kebiasaan keluarga Tionghoa di Singkawang yang setiap tahun membuat bakcang — makanan berbentuk limas berisi ketan dan daging yang dibungkus daun bambu. Tradisi ini kemudian diadopsi oleh pemuda setempat menjadi lomba membuat bakcang massal yang diikuti puluhan peserta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Singkawang menyebut bahwa festival ini sengaja dirancang untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus menarik kunjungan wisatawan. "Kami ingin tradisi yang dulu hanya dilakukan di rumah-rumah, kini bisa dinikmati dan dipelajari oleh generasi muda dan pendatang," ujarnya.

Lomba Kreatif dan Perang Air Jadi Daya Tarik Utama

Selain lomba membuat bakcang, panitia menyelenggarakan lomba menghias bakcang dengan bahan alami dan lomba kreasi kostum bertema budaya Tionghoa. Setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan ramah lingkungan untuk mendukung kampanye pengurangan sampah plastik di acara publik.

Perang air menjadi atraksi yang paling ditunggu. Atraksi ini terinspirasi dari tradisi bersih-bersih menjelang perayaan Cap Go Meh, yang kemudian dikemas ulang menjadi hiburan interaktif. Peserta dan penonton bebas bergabung tanpa batasan usia.

Apa Dampaknya bagi Ekonomi Lokal?

Penyelenggara mencatat setidaknya 3.000 pengunjung hadir selama dua hari festival. Pedagang kaki lima dan UMKM di sekitar lokasi melaporkan peningkatan omzet hingga 40 persen dibandingkan hari biasa. Produk bakcang kemasan siap saji juga laris dibeli sebagai oleh-oleh.

Pemerintah Kota Singkawang berencana menjadikan Festival Bakcang sebagai agenda tahunan yang masuk dalam kalender wisata Kalimantan Barat. Evaluasi akan dilakukan untuk menambah jumlah peserta dan memperluas lokasi acara pada edisi berikutnya.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top