Pemprov Kaltim Pangkas Jarak Tempuh ke IKN dari Kubar-Mahulu Hanya 100 Kilometer, Percepatan Konektivitas Mulai 2026

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 15 Juni 2026 | 13:57:01 WIB
Pemerintah Provinsi Kaltim percepat pembangunan jalan baru pangkas jarak Kubar-Mahulu ke IKN menjadi sekitar 100 kilometer.

KALIMANTAN BARAT — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengebut pembangunan infrastruktur jalan baru yang memotong jalur transportasi dari Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) menuju IKN. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengungkapkan, skema konektivitas ini akan memangkas jarak tempuh yang sebelumnya harus memutar hingga 500 kilometer menjadi hanya sekitar 100 kilometer lebih sedikit.

"Artinya, dari Kutai Barat tidak perlu lagi memutar melalui Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan untuk menuju Ibu Kota Nusantara yang jaraknya bisa mencapai sekitar 500 kilometer. Insya Allah nanti cukup sekitar 100 kilometer lebih sedikit," kata Rudy di Samarinda, Senin (15/6/2026).

Empat Kabupaten Vital Terintegrasi Langsung ke IKN

Rudy menjelaskan, jalur baru ini tidak hanya memangkas waktu tempuh tetapi juga menghubungkan empat kabupaten strategis di wilayah barat dan pedalaman Kaltim. Selain Kubar dan Mahulu, akses ini akan menembus langsung ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

"Empat kabupaten vital akan saling terhubung, mulai dari Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara melalui akses yang menembus langsung ke Ibu Kota Nusantara," jelas Rudy.

Dampak Ekonomi: Biaya Logistik Turun, Pusat Pertumbuhan Baru Muncul

Pemangkasan jarak tempuh dari setengah ribu kilometer menjadi seperlimanya diyakini akan mengubah peta ekonomi pedalaman. Selama ini, distribusi logistik dari Kubar ke IKN harus melalui Samarinda dan Balikpapan, memakan biaya transportasi tinggi serta waktu tempuh berhari-hari.

Kemudahan akses transportasi diperkirakan akan menekan biaya operasional barang dan jasa secara signifikan. Jalur baru ini juga diproyeksikan menghidupkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan yang melintasi wilayah pedalaman.

Rudy Mas'ud berharap proyek strategis ini rampung tepat waktu. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat di kawasan pedalaman bisa segera menikmati kemudahan transportasi dan kesetaraan pembangunan yang berpusat pada kehadiran IKN.

Rute Lama Vs Baru: Dari Memutar 500 Km Jadi Lurus 100 Km

Selama ini, warga Kubar dan Mahulu yang hendak menuju IKN harus melintasi Kutai Kartanegara, Samarinda, hingga Balikpapan. Total jarak tempuh mencapai setengah ribu kilometer dengan waktu perjalanan lebih dari 10 jam.

Dengan adanya jalur tembus baru, rute memutar tersebut tidak perlu lagi dilewati. Pemerintah provinsi memastikan pembangunan fisik jalan sudah dimulai dan ditargetkan selesai sesuai jadwal agar dampak positif bisa segera dirasakan masyarakat pedalaman.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Kaltim untuk mempercepat konektivitas menuju IKN sekaligus pemerataan pembangunan di wilayah barat yang selama ini tertinggal secara infrastruktur.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: indonesiaonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top