Dalam wawancara dengan podcast Hard Fork milik The New York Times, Nadella mengakui bahwa praktik tokenmaxxing—budaya kerja di mana produktivitas diukur dari banyaknya token atau data yang diproses oleh AI—terjadi "dalam jumlah besar" di Microsoft. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai seorang tokenmaxxer.
"Ini adiktif," ujar Nadella, seraya menambahkan bahwa karyawan didorong untuk menggunakan model yang tepat untuk setiap tugas. "Jangan gunakan model frontier untuk masalah non-frontier," tegasnya, merujuk pada model AI paling canggih dan mahal seperti yang digunakan untuk menulis kode kompleks, padahal tugasnya hanya menulis surel singkat.
Pengakuan ini muncul di tengah upaya Microsoft mengerem pengeluaran. Laporan dari Business Insider menyebutkan bahwa Microsoft akan menghentikan semua lisensi Claude Code untuk karyawan per 30 Juni, bertepatan dengan akhir tahun fiskal perusahaan. Langkah ini didorong oleh motif finansial: memaksa karyawan beralih ke produk dalam rumah, GitHub Copilot CLI, yang jelas lebih murah.
Kekhawatiran akan pembengkakan biaya ini bukan tanpa alasan. Sebuah perusahaan misterius baru-baru ini dilaporkan menghabiskan 500 juta dolar AS (sekitar Rp 8 triliun) hanya dalam satu bulan pada layanan Claude AI, setelah lupa memasang batas penggunaan untuk lisensi karyawannya.
Menariknya, Nadella tidak secara eksplisit mengatakan bahwa perusahaan membatasi penggunaan AI. Sebaliknya, ia memperkenalkan Microsoft Copilot Auto Mode sebagai solusi. Fitur ini secara otomatis memilihkan model AI yang paling sesuai dengan tugas yang diberikan, sehingga tidak perlu menggunakan model termahal untuk pekerjaan sederhana.
"Mari kita sesuaikan hal-hal ini sehingga Anda mendapatkan hasil dan keekonomian yang tepat. Ini tidak boleh menjadi perlombaan untuk melakukan hal-hal yang tidak memberikan nilai tambah," kata Nadella.
Langkah ini juga diambil di tengah kekhawatiran baru terkait privasi data. Microsoft dilaporkan membatasi penggunaan Claude Fable 5 dari Anthropic karena persyaratan retensi data baru yang dinilai terlalu ketat, mengutip masalah perlindungan data perusahaan.
Fenomena tokenmaxxing menjadi pengingat bahwa meskipun AI adalah alat produktivitas yang luar biasa, penggunaannya yang tidak terkendali—bahkan di perusahaan penciptanya sendiri—bisa menjadi bumerang finansial yang serius.