JAM Coin Resmi Masuk Daftar Aset Bursa, Target Integrasi Ekonomi Digital dan Desa

Penulis: Zainul Arifin  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 14:37:31 WIB
Peluncuran JAM Coin resmi dilakukan di Aston Hotel Serang, Banten, sebagai utility token dalam ekosistem JAM.

KALIMANTAN BARAT — Peluncuran JAM Coin di Aston Hotel Serang, Banten, dilakukan setelah Komite Bursa dan direksi bursa menyetujui pencatatannya dalam DAKD. Token ini dikategorikan sebagai utility token yang dirancang untuk bertransaksi dalam berbagai layanan di ekosistem JAM, bukan semata-mata untuk diperdagangkan.

Fungsi Transaksi di Ekosistem dan Basis Bisnis yang Diklaim Nyata

CEO JAM Andre Arthur mengatakan token ini memiliki fungsi transaksi untuk fitur dan layanan premium di dalam ekosistem perusahaan. "Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (10/6).

Andre menambahkan pengembangan JAM Coin didukung integrasi sejumlah unit usaha dalam ekosistem perusahaan. Menurut dia, hal itu diharapkan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Dukungan datang dari pelaku industri aset digital nasional. Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan menilai jumlah investor kripto di Indonesia yang diperkirakan mencapai 21 juta orang—melampaui investor pasar saham—membuka peluang bagi utility token dengan fungsi ekonomi nyata. "Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem," kata Hery.

Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina menambahkan, JAM Coin dibangun di atas model bisnis yang jelas dan ekosistem usaha sebagai fondasi. "Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental yang kuat dan arah pengembangan yang terukur," ujarnya.

Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak Integrasi dengan Ekonomi Riil

Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin Johan Aripin Muba mengatakan pihaknya tengah membangun jaringan koperasi melalui program JAM Center Indonesia. Program ini diharapkan menjadi penghubung antara teknologi digital dan penguatan ekonomi desa.

"JAM Coin dirancang untuk tumbuh seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin besar produktivitas yang tercipta di dalam ekosistem, semakin besar pula nilai yang dapat dibangun bersama," kata Johan yang juga Ketua Dewan Pakar Apdesi Merah Putih.

Menurut Johan, pengembangan koperasi berbasis desa akan diarahkan untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional. Program mencakup penyediaan sarana peternakan, penguatan rantai distribusi hasil produksi, hingga peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat desa.

"JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif. Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Johan menambahkan, JAM Coin dibangun dengan visi jangka panjang sebagai jembatan antara ekonomi digital dan ekonomi riil. "Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat," tuturnya.

Peluncuran JAM Coin diharapkan mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain dan aset digital di Indonesia melalui pendekatan yang lebih inklusif, produktif, serta terintegrasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top